Lompat ke isi

Refleksi KUPI 2: Mewujudkan Peradaban yang Berkeadilan: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi 'An An Aminah | Selasa, 06 Desember 2022 | 17:57 WIB jmpl|500x500px|<small>''An An Aminah, Pengurus Fatayat NU Jawa Barat''</small> An an...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
An An Aminah | Selasa, 06 Desember 2022 | 17:57 WIB
'''Info Artikel:'''
[[Berkas:Rflkskupi2-001.jpg|jmpl|500x500px|<small>''An An Aminah, Pengurus Fatayat NU Jawa Barat''</small>]]
{|
An an Aminah, M.Pd
|Sumber Original
 
|:
Wakil Fatayat NU Ciamis
|[https://nasional.sindonews.com/read/961785/18/refleksi-kupi-2-mewujudkan-peradaban-yang-berkeadilan-1670321574 sindonews]
 
|-
Pengurus Fatayat NU Jawa Barat
|Tanggal Publikasi
 
|:
 
|Selasa, 06 Desember 2022 - 17:57 WIB
KONGRES [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) ke-2 dalam kurun waktu setiap 5 tahun sekali ini kembali diselenggarakan di Semarang dalam agenda International Conference dan di Jepara pada kegiatan inti. Kegiatan ini terbuka bagi yang sudah mendaftarkan diri dan dinyatakan lolos oleh panitia KUPI 2.
|-
|Penulis
|:
| An An Aminah (Wakil Fatayat NU Ciamis, Pengurus Fatayat NU Jawa Barat)
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[https://nasional.sindonews.com/read/961785/18/refleksi-kupi-2-mewujudkan-peradaban-yang-berkeadilan-1670321574 Refleksi KUPI 2: Mewujudkan Peradaban yang Berkeadilan]
|}
[[Berkas:Rflkskupi2-001.jpg|jmpl|500x500px|<small>''An An Aminah, Pengurus Fatayat NU Jawa Barat''</small>]]KONGRES [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) ke-2 dalam kurun waktu setiap 5 tahun sekali ini kembali diselenggarakan di Semarang dalam agenda International Conference dan di Jepara pada kegiatan inti. Kegiatan ini terbuka bagi yang sudah mendaftarkan diri dan dinyatakan lolos oleh panitia KUPI 2.


Peserta yang dinyatakan lolos ini berasal dari seluruh daerah di Tanah Air hingga mancanegara. Jumlah peserta yang lolos pada KUPI 2 ini lebih dari 1.600 orang. Inilah salah satu motivasi saya mengikuti KUPI 2 karena bisa berbagi dan mendengar paradigma setiap orang dari berbagai kalangan, berbagai ormas islam, berbagai budaya, adat, hingga berbagai suku bangsa.
Peserta yang dinyatakan lolos ini berasal dari seluruh daerah di Tanah Air hingga mancanegara. Jumlah peserta yang lolos pada KUPI 2 ini lebih dari 1.600 orang. Inilah salah satu motivasi saya mengikuti KUPI 2 karena bisa berbagi dan mendengar paradigma setiap orang dari berbagai kalangan, berbagai ormas islam, berbagai budaya, adat, hingga berbagai suku bangsa.
Baris 18: Baris 27:
Awalnya, saya sempat bertanya-tanya mengapa lokasi KUPI 2 ini diselenggarakan di Jepara, yang aksesnya tidak cukup mudah untuk kebanyakan orang dari daerah lain. Bayangkan saja, jika naik bus, perjalanan Ciamis-Jepara ditempuh kurang lebih 12 jam.
Awalnya, saya sempat bertanya-tanya mengapa lokasi KUPI 2 ini diselenggarakan di Jepara, yang aksesnya tidak cukup mudah untuk kebanyakan orang dari daerah lain. Bayangkan saja, jika naik bus, perjalanan Ciamis-Jepara ditempuh kurang lebih 12 jam.


Namun pertanyaan itu terjawab dalam pembukaan KUPI 2 pada Kamis malam, 24 November 2022. Ketua Majelis Musyawarah KUPI Hj [[Badriyah Fayumi]] menjelaskan, beberapa alasan mengapa KUPI 2 digelar di Jepara.
Namun pertanyaan itu terjawab dalam pembukaan KUPI 2 pada Kamis malam, 24 November 2022. Ketua Majelis [[Musyawarah]] KUPI Hj [[Badriyah Fayumi]] menjelaskan, beberapa alasan mengapa KUPI 2 digelar di Jepara.


Pertama, karena pimpinan Ponpes Hasyim Asy’ari adalah sosok yang sangat peduli terhadap isu-isu kesetaraan dan berhasil mengembangkan pesantren yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Kedua, ada 3 [[tokoh]] perempuan berpengaruh di Jepara yakni Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini.
Pertama, karena pimpinan Ponpes Hasyim Asy’ari adalah sosok yang sangat peduli terhadap isu-isu kesetaraan dan berhasil mengembangkan pesantren yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Kedua, ada 3 [[tokoh]] perempuan berpengaruh di Jepara yakni Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini.
Baris 44: Baris 53:
Setelah jeda salat Jumat, agenda dilanjutkan dengan halaqoh-halaqoh. Ada lima pembahasan utama yang akan dimusyawarahkan dalam KUPI 2 ini.
Setelah jeda salat Jumat, agenda dilanjutkan dengan halaqoh-halaqoh. Ada lima pembahasan utama yang akan dimusyawarahkan dalam KUPI 2 ini.


''Pertama,'' musyawarah keagamaan tentang pengelolaan sampah bagi keberlanjutan lingkungan hidup dan keselamatan perempuan. Kedua, musyawarah keagamaan tentang peran perempuan dalam melindungi NKRI dari bahaya ekstremisme beragama.
''Pertama,'' [[Musyawarah Keagamaan|musyawarah keagamaan]] tentang pengelolaan sampah bagi keberlanjutan lingkungan hidup dan keselamatan perempuan. Kedua, [[Musyawarah Keagamaan tentang Peran Perempuan dalam Melindungi NKRI dari Bahaya Ekstremisme Beragama|musyawarah keagamaan tentang peran perempuan dalam melindungi NKRI dari bahaya ekstremisme beragama]].


Ketiga, musyawarah keagamaan tentang perlindungan perempuan dari pemaksaan perkawinan. Keempat, musyawarah keagamaan tentang perlindungan jiwa perempuan dari bahaya kehamilan akibat perkosaan. Kelima, musyawarah keagamaan tentang perlindungan perempuan dari bahaya pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan (P2GP) tanpa alasan medis.
Ketiga, [[Musyawarah Keagamaan tentang Perlindungan Perempuan dari Pemaksaan Perkawinan|musyawarah keagamaan tentang perlindungan perempuan dari pemaksaan perkawinan]]. Keempat, [[Musyawarah Keagamaan tentang Perlindungan Jiwa Perempuan dari Bahaya Kehamilan akibat Perkosaan|musyawarah keagamaan tentang perlindungan jiwa perempuan dari bahaya kehamilan akibat perkosaan]]. Kelima, [[Musyawarah Keagamaan|musyawarah keagamaan]] tentang perlindungan perempuan dari bahaya pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan (P2GP) tanpa alasan medis.


Dari kelima isu musyawarah di atas, saya memilih nomor 2 dan 5. Meski kelima isu di atas semuanya relate dengan misi Islam dalam memanusiakan manusia, namun kedua isu yang saya pilih cukup relate dengan kondisi di masyarakat sekitar saya tinggal.
Dari kelima isu musyawarah di atas, saya memilih nomor 2 dan 5. Meski kelima isu di atas semuanya relate dengan misi Islam dalam memanusiakan manusia, namun kedua isu yang saya pilih cukup relate dengan kondisi di masyarakat sekitar saya tinggal.
Baris 58: Baris 67:
Akhir dari musyawarah peran perempuan dalam menjaga NKRI dari bahaya ekstrimisme beragama melahirkan hukum wajib. Tentu ini adalah konklusi paling maslahah. Peran perempuan tidak hanya sebagai khalifah fil ardl yang sama dengan laki-laki perannya dalam menjaga NKRI, tetapi juga sebagai madrasatul ula bagi seluruh anak di Tanah Air.
Akhir dari musyawarah peran perempuan dalam menjaga NKRI dari bahaya ekstrimisme beragama melahirkan hukum wajib. Tentu ini adalah konklusi paling maslahah. Peran perempuan tidak hanya sebagai khalifah fil ardl yang sama dengan laki-laki perannya dalam menjaga NKRI, tetapi juga sebagai madrasatul ula bagi seluruh anak di Tanah Air.


Hal ini yang membuat peran perempuan harus lebih depan dan lebih penting dalam mencegah ekstremisme beragama. Berikutnya, pada musyawarah keagamaan tentang bahaya pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan (P2GP) ini lebih hangat dibanding musyawarah peran perempuan dalam mencegah ekstrimisme.
Hal ini yang membuat peran perempuan harus lebih depan dan lebih penting dalam mencegah ekstremisme beragama. Berikutnya, pada [[Musyawarah Keagamaan|musyawarah keagamaan]] tentang bahaya pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan (P2GP) ini lebih hangat dibanding musyawarah peran perempuan dalam mencegah ekstrimisme.


Pada musyawarah ini, ada banyak pendapat yang mengungkapkan bahaya P2GP. Namun ada juga yang berpendapat P2GP tidak berdampak buruk terhadap perempuan sehingga tidak masalah jika masih ada yang melakukan hal tersebut, misalnya khitan bagi perempuan.
Pada musyawarah ini, ada banyak pendapat yang mengungkapkan bahaya P2GP. Namun ada juga yang berpendapat P2GP tidak berdampak buruk terhadap perempuan sehingga tidak masalah jika masih ada yang melakukan hal tersebut, misalnya khitan bagi perempuan.
Baris 75: Baris 84:


Akhir dari kegiatan KUPI 2 ini adalah hasil musyawarah yang disampaikan secara terbuka. Saya merasa bangga ada dalam bagian orang-orang yag memikirkan kemaslahatan bagi jutaan perempuan di Indonesia. Meskipun penerimaannya akan bervariatif, namun saya tetap bersyukur mendapat pengetahuan luar biasa ini.
Akhir dari kegiatan KUPI 2 ini adalah hasil musyawarah yang disampaikan secara terbuka. Saya merasa bangga ada dalam bagian orang-orang yag memikirkan kemaslahatan bagi jutaan perempuan di Indonesia. Meskipun penerimaannya akan bervariatif, namun saya tetap bersyukur mendapat pengetahuan luar biasa ini.
[[Kategori:Refleksi KUPI2]]
 
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi Kongres 2]]