Lompat ke isi

Kongres Ulama Perempuan Indonesia II Digelar November Mendatang, Salah Satunya akan Bahas Kawin Paksa: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
''Jumat, 16 September 2022 | 15:32 WIB''
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber  Original
|:
|[https://lampung.nu.or.id/warta/kongres-ulama-perempuan-indonesia-ii-digelar-november-mendatang-salah-satunya-akan-bahas-kawin-paksa-Pn4z1 lampung.nu.or.id]
|-
|Tanggal  Publikasi
|:
|<nowiki>Jumat, 16 September 2022 | 15:32 WIB</nowiki>
|-
|Penulis
|:
|Syifa Arrahmah
|-
|Artikel  Lengkap
|:
|[https://lampung.nu.or.id/warta/kongres-ulama-perempuan-indonesia-ii-digelar-november-mendatang-salah-satunya-akan-bahas-kawin-paksa-Pn4z1 Kongres Ulama Perempuan Indonesia II Digelar November Mendatang, Salah Satunya akan Bahas Kawin Paksa]
|}
[[Berkas:Brtkupi2-078.png|jmpl|500x500px|''Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) akan kembali gelar kongres pada November mendatang'']]
[[Berkas:Brtkupi2-078.png|jmpl|500x500px|''Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) akan kembali gelar kongres pada November mendatang'']]
Jakarta, ''NU'' ''Online'' ''Lampung''
'''Jakarta, ''NU'' ''Online'' ''Lampung'''''


Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) akan kembali diselenggarakan di Semarang dan Jepara, Jawa Tengah, pada 23-26 November 2022 mendatang. Sebelumnya KUPI pernah menggelar kongres pertama kali di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, tahun 2017.
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) akan kembali diselenggarakan di Semarang dan Jepara, Jawa Tengah, pada 23-26 November 2022 mendatang. Sebelumnya KUPI pernah menggelar kongres pertama kali di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, tahun 2017.
Baris 11: Baris 28:
"Mereka yang bergerak itu adalah kalangan akademisi, aktivis organisasi keislaman, praktisi pemberdayaan di akar rumput, bahkan para aktivis gender,” ungkap Nyai Hj Badriyah.
"Mereka yang bergerak itu adalah kalangan akademisi, aktivis organisasi keislaman, praktisi pemberdayaan di akar rumput, bahkan para aktivis gender,” ungkap Nyai Hj Badriyah.


Ia menerangkan, pada KUPI II nantinya akan diadakan musyawarah keagamaan  yang akan membahas dan memutuskan fatwa tentang lima isu krusial.
Ia menerangkan, pada KUPI II nantinya akan diadakan [[musyawarah]] keagamaan  yang akan membahas dan memutuskan [[fatwa]] tentang lima isu krusial.


Pertama, adalah peran perempuan dalam merawat bangsa dari ekstremisme. Kedua, pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga untuk keberlanjutan lingkungan.
Pertama, adalah peran perempuan dalam merawat bangsa dari ekstremisme. Kedua, pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga untuk keberlanjutan lingkungan.
Baris 27: Baris 44:
“Begitu juga dengan merumuskan sikap dan pandangan keagamaan ulama perempuan Indonesia mengenai isu-isu aktual tertentu terkait hak-hak kaum perempuan,” tambah Nyai Badriyah.
“Begitu juga dengan merumuskan sikap dan pandangan keagamaan ulama perempuan Indonesia mengenai isu-isu aktual tertentu terkait hak-hak kaum perempuan,” tambah Nyai Badriyah.


(Syifa Arrahmah/''NU'' ''Online'')
'''(Syifa Arrahmah/''NU'' ''Online'')'''
 
[[Kategori:Berita]]
 
[[Kategori:Berita Kongres 2]]
Sumber: https://lampung.nu.or.id/warta/kongres-ulama-perempuan-indonesia-ii-digelar-november-mendatang-salah-satunya-akan-bahas-kawin-paksa-Pn4z1
[[Kategori:Berita Pra Kongres 2]]
[[Kategori:Berita KUPI2]]
[[Kategori:Berita Pra KUPI2]]