KUPI II Mendorong Kepemimpinan Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[https://mubadalah.id/kupi-ii-mendorong-kepemimpinan-perempuan/ Mubadalah] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|''<small>20/10/2022</small>'' | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
|Redaksi | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[https://mubadalah.id/kupi-ii-mendorong-kepemimpinan-perempuan/ KUPI II Mendorong Kepemimpinan Perempuan] | |||
|} | |||
[[Berkas:Brtkupi2-104.png|jmpl|300x300px|<small>Kepemimpinan Perempuan</small>]] | [[Berkas:Brtkupi2-104.png|jmpl|300x300px|<small>Kepemimpinan Perempuan</small>]] | ||
''<small>Redaksi | 20/10/2022</small>'' | ''<small>Redaksi | 20/10/2022</small>'' | ||
'''[[Mubadalah]].id –''' Animo untuk menghadiri atau terlibat dalam rangkaian acara Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) Kedua di Semarang dan Jepara sudah sedemikian besar. Hari ini yang sudah mendaftar ada 1.111 calon peserta untuk Kongres di Jepara, dan 771 calon peserta untuk kegiatan Konferensi Internasional di Semarang. Di mana dari sejumlah calon peserta itu, ada 67 orang yang berasal dari 29 negara di dunia. | '''[[Mubadalah]].id –''' Animo untuk menghadiri atau terlibat dalam rangkaian acara Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) Kedua di Semarang dan Jepara sudah sedemikian besar. Hari ini yang sudah mendaftar ada 1.111 calon peserta untuk Kongres di Jepara, dan 771 calon peserta untuk kegiatan Konferensi Internasional di Semarang. Di mana dari sejumlah calon peserta itu, ada 67 orang yang berasal dari 29 negara di dunia. | ||
| Baris 14: | Baris 30: | ||
“Teman-teman media pasti sangat familiar dengan persoalan kehidupan perempuan dan keluarga itu sangat banyak. Kekerasan seksual misalkan hampir setiap hari kita temukan, dan intensitasnya semakin tinggi, metode penyiksaannya makin berat, prevalensinya makin meluas. Di mana-mana ada. Di sekolah, di universitas dan di berbagai ruang ada, di dunia kerja juga ada. Belum lagi kita bicara hal-hal yang sifatnya lebih normal, yang bukan persoalan. Jadi banyak hal yang harus kita selesaikan nanti.” Paparnya. | “Teman-teman media pasti sangat familiar dengan persoalan kehidupan perempuan dan keluarga itu sangat banyak. Kekerasan seksual misalkan hampir setiap hari kita temukan, dan intensitasnya semakin tinggi, metode penyiksaannya makin berat, prevalensinya makin meluas. Di mana-mana ada. Di sekolah, di universitas dan di berbagai ruang ada, di dunia kerja juga ada. Belum lagi kita bicara hal-hal yang sifatnya lebih normal, yang bukan persoalan. Jadi banyak hal yang harus kita selesaikan nanti.” Paparnya. | ||
Dalam event lima tahunan KUPI ini, juga dibahas dalam [[Musyawarah Keagamaan]] KUPI yang akan memutuskan fatwa tentang lima isu krusial. Antara lain, Pertama, peran perempuan dalam merawat bangsa dari ekstrimisme. Kedua, pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga untuk keberlanjutan lingkungan. | Dalam event lima tahunan KUPI ini, juga dibahas dalam [[Musyawarah Keagamaan]] KUPI yang akan memutuskan [[fatwa]] tentang lima isu krusial. Antara lain, Pertama, peran perempuan dalam merawat bangsa dari ekstrimisme. Kedua, pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga untuk keberlanjutan lingkungan. | ||
Ketiga, perlindungan perempuan dari bahaya pemaksaan perkawinan. Keempat, perlindungan jiwa perempuan dari bahaya kehamilan akibat perkosaan. Dan kelima, perlindungan perempuan dari bahaya tindak pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan. | Ketiga, perlindungan perempuan dari bahaya pemaksaan perkawinan. Keempat, perlindungan jiwa perempuan dari bahaya kehamilan akibat perkosaan. Dan kelima, perlindungan perempuan dari bahaya tindak pemotongan dan pelukaan genetalia perempuan. | ||
==== Kepemimpinan Perempuan ==== | ==== Kepemimpinan Perempuan ==== | ||
Terakhir, Koordinator Sekretariat Nasional [[Jaringan]] Gusdurian ini juga menyampaikan bahwa banyak permintaan dari berbagai negara dan organisasi dunia, agar KUPI nanti memberikan sikap terhadap persoalan-persoalan menyangkut kehidupan umat manusia di tingkat dunia. Terutama yang terkait perempuan. Dalam hal ini misalnya situasi di Afghanistan, dan situasi di Iran. Karena dalam forum KUPI II juga dihadiri oleh para ulama perempuan dari berbagai negara. | Terakhir, Koordinator Sekretariat Nasional [[Jaringan]] [[GUSDURian|Gusdurian]] ini juga menyampaikan bahwa banyak permintaan dari berbagai negara dan organisasi dunia, agar KUPI nanti memberikan sikap terhadap persoalan-persoalan menyangkut kehidupan umat manusia di tingkat dunia. Terutama yang terkait perempuan. Dalam hal ini misalnya situasi di Afghanistan, dan situasi di Iran. Karena dalam forum KUPI II juga dihadiri oleh para ulama perempuan dari berbagai negara. | ||
“Kami mohon bantuan media untuk menggaungkan ini, karena KUPI tidak sekedar seminar-seminar. Tapi kita ingin kehidupan dunia yang lebih baik, terutama dunia yang berangkat dari perspektif [[Keadilan Hakiki|keadilan hakiki]], bagi perempuan dan laki-laki, bagi anak perempuan dan anak laki-laki. Kita akan mewujudkannya melalui KUPI II nanti.” Pungkasnya. | |||
[[Kategori:Berita | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Pra | [[Kategori:Berita Kongres 2]] | ||
[[Kategori:Berita Pra Kongres 2]] | |||