Lompat ke isi

Fitnah: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '''Oleh: Faqihuddin Abdul Kodir | 03-Okt-2023'' Dalam narasi keagamaan, tepatnya hukum fiqh Islam, kita seringkali mendengar ungkapan “takut fitnah” atau “khawat...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 11: Baris 11:
Teks hadits yang dimaksud adalah:
Teks hadits yang dimaksud adalah:


<big><br />
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رضى الله عنهما عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ  (صحيح البخاري).</big>


عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رضى الله عنهما عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ  (صحيح البخاري).
''<br />
Dari Usamah bin Zaid ra, dari Nabi Saw, bersabda: “Tidak aku tinggalkan setelahku suatu ujian (fitnah) yang paling berat bagi laki-laki kecuali (ujian mengenai pesona) perempuan”. (Sahih Bukhari, Kitab an-Nikah, no. 5152).''


Dari Usamah bin Zaid ra, dari Nabi Saw, bersabda: “Tidak aku tinggalkan setelahku suatu ujian (fitnah) yang paling berat bagi laki-laki kecuali (ujian mengenai pesona) perempuan”. (Sahih Bukhari, Kitab an-Nikah, no. 5152).




Baris 35: Baris 36:
Misalnya, bahwa kebaikan dan keburukan keduanya adalah ''fitnah'' bagi orang-orang beriman (QS. Al-Anbiya, 21: 35); rasul dan kaumnya juga bisa menjadi ''fitnah'' satu kepada yang lain (QS. Ad-Dukhan, 44: 17-18 dan Al-Maidah, 5: 49); orang beriman dan orang yang tidak beriman, satu sama lain juga bisa menjadi ''fitnah'' (QS. Al-Mumtahanah, 60: 5 dan Al-Buruj, 85: 10); dan beberapa ayat secara jelas dan tegas bahwa masing-masing individu, satu sama lain bisa menjadi ''fitnah''.
Misalnya, bahwa kebaikan dan keburukan keduanya adalah ''fitnah'' bagi orang-orang beriman (QS. Al-Anbiya, 21: 35); rasul dan kaumnya juga bisa menjadi ''fitnah'' satu kepada yang lain (QS. Ad-Dukhan, 44: 17-18 dan Al-Maidah, 5: 49); orang beriman dan orang yang tidak beriman, satu sama lain juga bisa menjadi ''fitnah'' (QS. Al-Mumtahanah, 60: 5 dan Al-Buruj, 85: 10); dan beberapa ayat secara jelas dan tegas bahwa masing-masing individu, satu sama lain bisa menjadi ''fitnah''.


<big><br />
وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ</big>


وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ
''<br />
 
“Dan demikianlah, telah kami jadikan fitnah, sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain”. (QS. Al-An’am, 6: 53).''
 
“Dan demikianlah, telah kami jadikan fitnah, sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain”. (QS. Al-An’am, 6: 53).
 


وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا
<big><br />
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا</big>


''<br />
“....dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai fitnah bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar. Sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Melihat”. (al-Furqan, 25: 20).''


“....dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai fitnah bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar. Sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Melihat”. (al-Furqan, 25: 20).