Lompat ke isi

Kongres KUPI II Bahas Lima Isu Krusial Berbangsa: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(5 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Brtkupi2-163.jpg|jmpl|500x500px]]
'''Info Artikel:'''
''Senin, 19 Sep 2022''
{|
 
|Sumber Original
|:
|[https://epaper.mediaindonesia.com/detail/kongres-kupi-ii-bahas-lima-isu-krusial-berbangsa Media Indonesia]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|Senin, 19 Sep 2022
|-
| Penulis
|:
| -
|-
|Artikel Lengkap
| :
|[https://epaper.mediaindonesia.com/detail/kongres-kupi-ii-bahas-lima-isu-krusial-berbangsa Kongres KUPI II Bahas Lima Isu Krusial Berbangsa]
|}[[Berkas:Brtkupi2-163.jpg|jmpl|500x500px]]
KONGRES [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) II akan diselenggarakan di Semarang-Jepara pada 23-26 November 2022 mendatang. Kongres mengagendakan untuk mengangkat masalah sosial kemasyarakatan dengan membahas berbagai isu penting yang menjadi tantangan bangsa Indonesia dan khususnya kaum perempuan ke depan.
KONGRES [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) II akan diselenggarakan di Semarang-Jepara pada 23-26 November 2022 mendatang. Kongres mengagendakan untuk mengangkat masalah sosial kemasyarakatan dengan membahas berbagai isu penting yang menjadi tantangan bangsa Indonesia dan khususnya kaum perempuan ke depan.


Sekretaris Majelis Musyawarah KUPI, sekaligus Ketua Umum Pelaksana KUPI II, [[Masruchah]], mengungkapkan bahwa ada lima isu krusial yang menjadi perhatian ulama perempuan. Kelima isu tersebut ialah kepemimpinan perempuan, pemaksaan perkawinan anak dan perempuan, perlindungan jiwa perempuan akibat perkosaan, dan bahaya pemotongan atau pelukaan genitalia perempuan, serta pengelolaan sampah.
Sekretaris Majelis [[Musyawarah]] KUPI, sekaligus Ketua Umum Pelaksana KUPI II, [[Masruchah]], mengungkapkan bahwa ada lima isu krusial yang menjadi perhatian ulama perempuan. Kelima isu tersebut ialah kepemimpinan perempuan, pemaksaan perkawinan anak dan perempuan, perlindungan jiwa perempuan akibat perkosaan, dan bahaya pemotongan atau pelukaan genitalia perempuan, serta pengelolaan sampah.


"Ke depan bukan hal yang gampang diselesaikan, jadi diperlukan konsolidasi lagi melihat situasi yang berkembang. Kalau KUPI I bicara soal peran ulama perempuan, KUPI II ini sudah ke arah konsolidasi, temanya meneguhkan peran ulama perempuan untuk peradaban yang berkeadilan. Jadi pengakuannya sudah ada, sekarang perannya diperkuat," ujar ....
"Ke depan bukan hal yang gampang diselesaikan, jadi diperlukan konsolidasi lagi melihat situasi yang berkembang. Kalau KUPI I bicara soal peran ulama perempuan, KUPI II ini sudah ke arah konsolidasi, temanya meneguhkan peran ulama perempuan untuk peradaban yang berkeadilan. Jadi pengakuannya sudah ada, sekarang perannya diperkuat," ujar ....
[[Kategori:Berita KUPI2]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita Pra KUPI2]]
[[Kategori:Berita Kongres 2]]
[[Kategori:Berita Pra Kongres 2]]