Lompat ke isi

Tadarus Subuh ke-060: Pengakuan Islam Atas Perempuan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 19: Baris 19:
|https://www.youtube.com/watch?v=H92YUcqQY3Q
|https://www.youtube.com/watch?v=H92YUcqQY3Q
|}
|}
[[Berkas:Tdrsbh (60).jpg|jmpl|400x400px]]
[[Berkas:Tdrsbh (60).jpg|jmpl|400x400px|kiri]]
<youtube>H92YUcqQY3Q</youtube>
<youtube>H92YUcqQY3Q</youtube>


[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Video KUPI]]
[[Kategori:Video Ngaji]]
[[Kategori:Tadarus Subuh]]
[[Kategori:Tadarus Subuh]]
[[Kategori:Ngaji FaqihuddinAK]]
[[Kategori:Ngaji FaqihuddinAK]]

Revisi terkini sejak 22 Februari 2025 17.06

Minggu, 26 Maret 2023

Salah seorang sahabat mengatakan bahwa pada masa Jahiliyah, perempuan tidak diperhitungkan sama sekali, tidak diberikan kesempatan berpendapat maupun berekspresi, sampai Islam datang, perempuan memperoleh kedudukan dan hak yang sama, bahkan diperhitungkan dan diakui.

Bagaimana bentuk pengakuan Islam atas perempuan dari perspektif mubadalah?

Mari ikuti Tadarus Subuh

Tuan Rumah : Prof Nina Nurmila, M.A., Ph.D (Guru Besar Ilmu Fikih UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Pengampu : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=H92YUcqQY3Q