Jihad: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Jihad merupakan mashdar dari kalimat ''jaahada'' (جَاهَدَ) yang berarti berusaha keras atau berdaya upaya.<ref>Larrouse, ''Munjid fi Al-Lughoh wa Al-A’lam'',...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Jihad merupakan mashdar dari kalimat ''jaahada'' (جَاهَدَ) yang berarti berusaha keras atau berdaya upaya.<ref>Larrouse, ''Munjid fi Al-Lughoh wa Al-A’lam'', Daar El-Machreq, Beirut, 2005, hal 106.</ref> Secara ''ijma’'' berjihad hukumnya fardhu kifayah. Dihukumi fardhu berdasarkan ayat: | Jihad merupakan mashdar dari kalimat ''jaahada'' (جَاهَدَ) yang berarti berusaha keras atau berdaya upaya.<ref>Larrouse, ''Munjid fi Al-Lughoh wa Al-A’lam'', Daar El-Machreq, Beirut, 2005, hal 106.</ref> Secara ''ijma’'' berjihad hukumnya fardhu kifayah. Dihukumi fardhu berdasarkan ayat: | ||
[البقرة: 216] <big>{كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ}</big> | |||
''“Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci.”'' (QS. Al-Baqarah: 216) | ''“Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci.”'' (QS. Al-Baqarah: 216) | ||
| Baris 7: | Baris 7: | ||
Dihukumi ''kifayah'' yang artinya cukup dilakukan oleh sebagian saja dapat menggugurkan kewajiban sebagian lainnya, berdasarkan ayat: | Dihukumi ''kifayah'' yang artinya cukup dilakukan oleh sebagian saja dapat menggugurkan kewajiban sebagian lainnya, berdasarkan ayat: | ||
[التوبة: 122] <big>{وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً}</big> | |||
''“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang).”'' (QS. At-Taubah: 122) | ''“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang).”'' (QS. At-Taubah: 122) | ||
[الحديد: 10] <big>{وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى}</big> | |||
''“Allah menjanjikan (balasan) yang baik kepada mereka masing-masing.”'' (QS. Al-Hadid: 10) | ''“Allah menjanjikan (balasan) yang baik kepada mereka masing-masing.”'' (QS. Al-Hadid: 10) | ||
| Baris 52: | Baris 52: | ||
''Akhlak orang yang memiliki keutamaan dapat diketahui dari bagaimana ia melakukan kebaikan dan menolak keburukan.'' | ''Akhlak orang yang memiliki keutamaan dapat diketahui dari bagaimana ia melakukan kebaikan dan menolak keburukan.'' | ||
''Penulis: Nurun Sariyah'' | |||
---- | ---- | ||
<references /> | <references /> | ||
[[Kategori:Konsep Kunci]] | [[Kategori:Konsep Kunci]] | ||