Lompat ke isi

Taradin: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
Sikap ini berkelindan dengan 4 prinsip pernikahan yang lain, zawāj, mu’āsyarah bil ma’rūf, mīṡāqan ghalīdzan, musyawarah dan tarādin. Kelimanya harus senantiasa diusahakan untuk mencapai tujuan pernikahan.
Sikap ini berkelindan dengan 4 prinsip pernikahan yang lain, zawāj, mu’āsyarah bil ma’rūf, mīṡāqan ghalīdzan, musyawarah dan tarādin. Kelimanya harus senantiasa diusahakan untuk mencapai tujuan pernikahan.


Tarādin berasal dari akar kata radiya (رضي) rela. Kemudian dibentuk dengan wazn tafā’ala yang berfungsi ''lil musyārakah bayna al-isnaini faaksara''/persekutuan timbal balik antara dua orang atau lebih. Kerelaan ini sarangnya dalam hati, tidak bisa diindra dan ditangkap oleh orang lain, karenanya, untuk menunjukkan rasa rela diperlukan sikap dan ucap yang mewakili, maka muncullah ijab qabul dalam pernikahan dan serah terima dalam jual beli sebagai simbol semua pihak telah saling rela.
Tarādin berasal dari akar kata radiya (<big>رضي</big>) rela. Kemudian dibentuk dengan wazn tafā’ala yang berfungsi ''lil musyārakah bayna al-isnaini faaksara''/persekutuan timbal balik antara dua orang atau lebih. Kerelaan ini sarangnya dalam hati, tidak bisa diindra dan ditangkap oleh orang lain, karenanya, untuk menunjukkan rasa rela diperlukan sikap dan ucap yang mewakili, maka muncullah ijab qabul dalam pernikahan dan serah terima dalam jual beli sebagai simbol semua pihak telah saling rela.


Dalam pernikahan, tāradin ditunjukkan secara lisan pertama kali oleh suami istri saat prosesi ijab qabul. Selanjutnya saling rela ditunjukkan dengan perkataan atau sikap sepanjang  pernikahan. Secara [[mubadalah]] pilar ini tertuju pada kedua pihak, suami dan istri sekaligus. Perempuan berusaha memperoleh kerelaan suami dan sebaliknya, suami berusaha memperoleh kerelaan istri.
Dalam pernikahan, tāradin ditunjukkan secara lisan pertama kali oleh suami istri saat prosesi ijab qabul. Selanjutnya saling rela ditunjukkan dengan perkataan atau sikap sepanjang  pernikahan. Secara [[mubadalah]] pilar ini tertuju pada kedua pihak, suami dan istri sekaligus. Perempuan berusaha memperoleh kerelaan suami dan sebaliknya, suami berusaha memperoleh kerelaan istri.