Lompat ke isi

2025 Sexual Violence Against Women in the Family: Prevention Efforts Through a Multidisciplinary Approach (Mubadalah): Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:JIM vol2 no1.png|italic title=Analisis Konsep I‘fāf bagi Ibu: Perspektif Mubādalah dan Qawā‘id Uṣūl al-Fiqh|isbn=2746-1904|pub_date=2025-02-28|series=Vol. 7 No. 1 (2025)|author=*Holis Andika (University Pendidikan Sultan Idris)
{{Infobox book|image=Berkas:JIM vol2 no1.png|italic title=Sexual Violence Against Women in the Family: Prevention Efforts Through a Multidisciplinary Approach (Mubadalah)|isbn=3063-587x|pub_date=2025-06-08|series=Vol. 2 No. 1 June (2025)|author=*Rimanto (Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung, Indonesia)
*Abd. Wahid (Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)|title_orig=Analisis Konsep I‘fāf bagi Ibu: Perspektif Mubādalah dan Qawā‘id Uṣūl al-Fiqh|name=|notes=[https://journal.maalysitubondo.ac.id/index.php/Wasathiyyah/article/view/99 Download PDF]|image_caption=[https://journal.maalysitubondo.ac.id/index.php/Wasathiyyah/article/view/99 Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih ]}}
*Afriadi Bin Sanusi (Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Malaysia)
*Sumarni (Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung, Indonesia)|title_orig=Sexual Violence Against Women in the Family: Prevention Efforts Through a Multidisciplinary Approach (Mubadalah)|name=|notes=[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/27/21 Download PDF]|image_caption=[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/27 Journal of Islamic Mubadalah]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://journal.maalysitubondo.ac.id/index.php/Wasathiyyah/article/view/99 Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih]
|[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/27 Journal of Islamic Mubadalah]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 7 No. 1 (2025)
|Vol. 2 No. 1 June (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Holis Andika, Abd. Wahid
|Rimanto, Afriadi Bin Sanusi, Sumarni
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.58470/wasathiyyah.v7i1.99
|https://doi.org/10.70992/1s25sf96
|-
|-
|PDF
|PDF
|:
|:
|[https://journal.maalysitubondo.ac.id/index.php/Wasathiyyah/article/view/99 Download PDF]
|[https://journal.brajamustipublication.com/index.php/jim/article/view/27 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Kajian ini berfokus pada konsep ''i'fāf'' sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pernikahan bagi orang tua tunggal yang ditinggalkan pasangan. Secara umum, hukum Islam klasik membebankan kewajiban ''i'fāf'' hanya kepada ayah, mengecualikan ibu. Penelitian ini mengusung pendekatan ''mubādalah'' untuk meninjau kembali pandangan tersebut guna menciptakan kesetaraan dan keadilan relasional. Menggunakan metode studi kepustakaan (''library research'') terhadap kitab fikih empat madhhab dan literatur terkait, penelitian menemukan adanya divergensi pendapat ulama mengenai kewajiban ''i'fāf'' bagi ibu. Kesimpulan utama adalah bahwa perspektif ''mubādalah'' memungkinkan perluasan konsep ''i'fāf'' menjadi lebih adil dan setara, sehingga memberikan hak perlindungan dan kesejahteraan yang sama bagi ibu yang ditinggalkan pasangannya.
Artikel ini tentang implementasi Mubadalahsebagai upaya pencegahan kekerasan seksual dalam keluarga. Data menunjukkan kekerasan dalam keluarga meningkat dan perempuan sering menjadi korban. Tujuan artikel ini menganalisis model pencegahan kekerasan seksual dalam rumah tangga berbasis pendekatan multidisipliner dengan menekankan konsep Mubadalah. Perspektif Mubadalahsebagai konsep relasi suami istri sebagai hubungan setara dan saling mendukung, yang dapat menjadi fondasi dalam membongkar norma patriarkhis yang melanggengkan kekerasan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,dengan menganalisis secara mendalam konsep Mubadalahsebagai sebuah tawaran resolusi konflik rumah tangga,jenis artikel ini adalah library research(penelitian pustaka) dengan pendekatan fenomenologi, sumber data diperoleh daridata Komnas Perempuan,data WHO dan pengadilan agama. Temuan menunjukkan bahwa kekerasan seksual dalam rumah tangga masih tinggi akibat norma patriarki, kurangnya edukasi gender, dan lemahnya penegakan hukum.Analisis dengan perspektif Mubadalahmenunjukkan bahwa keadilan relasional dan kesalingan menjadi pendekatan strategis dalam pendidikan, pemberdayaan komunitas, serta perumusan kebijakan pencegahan kekerasan seksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Mubadalahdapat diintegrasikan dalam program edukasi, intervensi hukum, dan pemberdayaan berbasis komunitas untuk membangun keluarga yang adil dan setara.


'''''Kata Kunci:''' I’faf, Hukum Islam, Kesetaraan Gender, Mubadalah, Tanggung Jawab Keluarga, Fikih''
Keywords: Kekerasan Seksual, Keluarga, Mubadalah, Pendekatan Multidisipliner
 
'''''Abstract:''' This study focuses on the concept of i’fafas a solution to meet the needs of marriage for single parents who are abandoned by their spouses. In general, classical Islamic law imposes the obligation of i’fafonly on the father, excluding the mother. This research carries a mubadalahapproach to revisit this view in order to create equality and relational justice. Using the library research method on the fiqh books of the four Mazhabs and related literature, the study found that there was a divergence of scholars' opinions regarding the obligation of i’faffor mothers. The main conclusion is that the mubadalahperspective allows the expansion of the concept of i’fafto be more just and equitable, thus providing equal protection and welfare rights for mothers abandoned by their partners.''
 
'''''Keywords:''' I’faf, Islamic Law, Gender Equality, Mubadalah, Family Responsibility, Fiqh''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]