Lompat ke isi

Kegiatan Sosial, Seni dan Kultural: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 12: Baris 12:


Kegiatan-kegiatan sosial, seni, dan kultural selama Kongres ini menunjukkan keberakaran KUPI pada [[tradisi]] masyarakat muslim Indonesia. Sebagaimana ditegaskan Ketua Pengarah [[Panitia]], Nyai Hj. Badriyah Fayyumi, dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan, KUPI akan selalu berpijak pada dan berangkat dari tradisi keislaman serta nilai-nilai kebangsaan. KUPI sadar bahwa nilai-nilai agama dan kemanusiaan akan selalu hadir dalam dimensi budaya masyarakat. Karena itu, budaya masyarakat muslim Indonesia akan dijadikan KUPI sebagai wadah dari penegasan legitimasi, eksistensi, peran, dan [[Kiprah Ulama Perempuan|kiprah ulama perempuan]]. Islam moderat, atau ''wasatiyah'', yang berakar pada budaya Nusantara, dan yang berkemajuan adalah landasan KUPI dalam menghadirkan putusan, sikap, dan pandangan keagamaan mengenai isu-isu yang berkembang di masyarakat.  
Kegiatan-kegiatan sosial, seni, dan kultural selama Kongres ini menunjukkan keberakaran KUPI pada [[tradisi]] masyarakat muslim Indonesia. Sebagaimana ditegaskan Ketua Pengarah [[Panitia]], Nyai Hj. Badriyah Fayyumi, dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan, KUPI akan selalu berpijak pada dan berangkat dari tradisi keislaman serta nilai-nilai kebangsaan. KUPI sadar bahwa nilai-nilai agama dan kemanusiaan akan selalu hadir dalam dimensi budaya masyarakat. Karena itu, budaya masyarakat muslim Indonesia akan dijadikan KUPI sebagai wadah dari penegasan legitimasi, eksistensi, peran, dan [[Kiprah Ulama Perempuan|kiprah ulama perempuan]]. Islam moderat, atau ''wasatiyah'', yang berakar pada budaya Nusantara, dan yang berkemajuan adalah landasan KUPI dalam menghadirkan putusan, sikap, dan pandangan keagamaan mengenai isu-isu yang berkembang di masyarakat.  
[[Kategori:Proses]]
[[Kategori:Proses]]
[[Kategori:Proses KUPI 1]]
[[Kategori:Proses Kongres 1]]