Lompat ke isi

2023 Ummuna Hajjah Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid: Ulama Perempuan Dan Transformasi Pendidikan Islam di Lombok-Nusa Tenggara Barat: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=AN-NAHDLAH: Jurnal Pendidikan Islam|isbn=2807-5412|pub_date=2023-12-28|cover_artist=|pages=|se...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=AN-NAHDLAH: Jurnal Pendidikan Islam|isbn=2807-5412|pub_date=2023-12-28|cover_artist=|pages=|series=Vol. 3 No. 2 (2023)|author=|title_orig=AN-NAHDLAH: Jurnal Pendidikan Islam}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Annahdlah vol3 no2.png|italic title=AN-NAHDLAH: Jurnal Pendidikan Islam|isbn=2807-5412|pub_date=2023-12-28|cover_artist=|pages=|series=Vol. 3 No. 2 (2023)|author=|title_orig=AN-NAHDLAH: Jurnal Pendidikan Islam}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
Baris 21: Baris 21:
| ''Ulyan Nasri (Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur), Abdul Malik Salim Rahmatullah (Universitas Al Azhar Cairo, Mesir)''
| ''Ulyan Nasri (Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur), Abdul Malik Salim Rahmatullah (Universitas Al Azhar Cairo, Mesir)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar. Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI.  Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128).  Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
''This research aims to explore the role and contributions of Sitti Raihanun in the transformation of Islamic education in West Nusa Tenggara. The method employed is a literature review, collecting data through the exploration of relevant literature. Data analysis techniques involve organizing information related to Sitti Raihanun's life journey, thoughts, and contributions in developing Islamic educational institutions in the region. The findings provide a profound insight into how Sitti Raihanun played a key role in reshaping Islamic education in West Nusa Tenggara. The implications of these findings include a better understanding of her influence in enhancing the quality of Islamic education and empowering the local community. This research significantly contributes to the literature on the history of Islamic education and the role of female scholars in Indonesia. It is hoped that the results of this study will inspire further efforts to improve education and empower communities through approaches inspired by Sitti Raihanun.''


'''''Keywords:''' Sitti Raihanun, Transformation of Islamic Education, Lombok-West Nusa Tenggara''


'''Abstrak'''
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan kontribusi Sitti Raihanun dalam transformasi pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan mengumpulkan data melalui penelusuran literatur terkait. Teknik analisis data dilakukan dengan menyusun informasi terkait perjalanan hidup, pemikiran, dan kontribusi Sitti Raihanun dalam mengembangkan [[lembaga]] pendidikan Islam di wilayah tersebut. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana Sitti Raihanun memainkan peran kunci dalam mengubah wajah pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat. Implikasi dari temuan ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang pengaruhnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan memberdayakan masyarakat lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur mengenai sejarah pendidikan Islam dan peran ulama perempuan di Indonesia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menginspirasi upaya lanjutan dalam meningkatkan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang terinspirasi oleh Sitti Raihanun.
'''Kata Kunci:''' ''Siiti Raihanun, Transformasi Pendidikan Islam, Lombok-Nusa Tenggara Barat''








'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v3i2.83'''''
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v3i2.83'''''

Revisi per 23 Juli 2024 10.32

2023 Ummuna Hajjah Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid: Ulama Perempuan Dan Transformasi Pendidikan Islam di Lombok-Nusa Tenggara Barat
JudulAN-NAHDLAH: Jurnal Pendidikan Islam
SeriVol. 3 No. 2 (2023)
Tahun terbit
2023-12-28
ISBN2807-5412
Nama Jurnal : AN-NAHDLAH: Jurnal Pendidikan Islam
Seri : Vol. 3 No. 2 (2023)
Tahun : 2023-12-28
Judul Tulisan : Ummuna Hajjah Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid: Ulama Perempuan Dan Transformasi Pendidikan Islam di Lombok-Nusa Tenggara Barat
Penulis : Ulyan Nasri (Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur), Abdul Malik Salim Rahmatullah (Universitas Al Azhar Cairo, Mesir)

Abstract

This research aims to explore the role and contributions of Sitti Raihanun in the transformation of Islamic education in West Nusa Tenggara. The method employed is a literature review, collecting data through the exploration of relevant literature. Data analysis techniques involve organizing information related to Sitti Raihanun's life journey, thoughts, and contributions in developing Islamic educational institutions in the region. The findings provide a profound insight into how Sitti Raihanun played a key role in reshaping Islamic education in West Nusa Tenggara. The implications of these findings include a better understanding of her influence in enhancing the quality of Islamic education and empowering the local community. This research significantly contributes to the literature on the history of Islamic education and the role of female scholars in Indonesia. It is hoped that the results of this study will inspire further efforts to improve education and empower communities through approaches inspired by Sitti Raihanun.

Keywords: Sitti Raihanun, Transformation of Islamic Education, Lombok-West Nusa Tenggara

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan kontribusi Sitti Raihanun dalam transformasi pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan mengumpulkan data melalui penelusuran literatur terkait. Teknik analisis data dilakukan dengan menyusun informasi terkait perjalanan hidup, pemikiran, dan kontribusi Sitti Raihanun dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam di wilayah tersebut. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana Sitti Raihanun memainkan peran kunci dalam mengubah wajah pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat. Implikasi dari temuan ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang pengaruhnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan memberdayakan masyarakat lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur mengenai sejarah pendidikan Islam dan peran ulama perempuan di Indonesia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menginspirasi upaya lanjutan dalam meningkatkan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang terinspirasi oleh Sitti Raihanun.

Kata Kunci: Siiti Raihanun, Transformasi Pendidikan Islam, Lombok-Nusa Tenggara Barat




Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v3i2.83