MENAG Sanggupi Upaya Mencetak Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 rmoljabar.com] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|27 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| bon/Sudirman Wamad | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 KUPI Dorong Adanya Perubahan Batas Usia Menikah Perempuan] | |||
|} | |||
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) selesai dilaksanakan di pondok pesantren Kebon Jambu Al-Islamiy, Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/04). Menteri Agama [[Lukman Hakim Saifuddin]] menjanjikan tindaklanjuti dari sejumlah rekomendasi dalam kongres tersebut. Utamanya, menambahkan ulama perempuan melalui [[lembaga]] pendidikan tinggi. | Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) selesai dilaksanakan di pondok pesantren Kebon Jambu Al-Islamiy, Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/04). Menteri Agama [[Lukman Hakim Saifuddin]] menjanjikan tindaklanjuti dari sejumlah rekomendasi dalam kongres tersebut. Utamanya, menambahkan ulama perempuan melalui [[lembaga]] pendidikan tinggi. | ||