Lompat ke isi

Mencari Eksistensi Keulamaan Perempuan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 rmoljabar.com]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|27 April 2017
|-
|Penulis
|:
| bon/Sudirman Wamad
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 KUPI Dorong Adanya Perubahan Batas Usia Menikah Perempuan]
|}'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 rmoljabar.com]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|27 April 2017
|-
|Penulis
|:
| bon/Sudirman Wamad
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 KUPI Dorong Adanya Perubahan Batas Usia Menikah Perempuan]
|}
Ulama perempuan sejatinya berkontribusi untuk agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan. Hanya, keberadaan mereka terpinggirkan selama berabad-abad akibat sejarah dikontribusi sepihak.
Ulama perempuan sejatinya berkontribusi untuk agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan. Hanya, keberadaan mereka terpinggirkan selama berabad-abad akibat sejarah dikontribusi sepihak.