Menolak Eksistensi Ulama Perempuan Adalah Tindakan Tidak Adil: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 rmoljabar.com] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|27 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| bon/Sudirman Wamad | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://m.rmoljabar.com/news.php?id=41723 KUPI Dorong Adanya Perubahan Batas Usia Menikah Perempuan] | |||
|} | |||
ULAMA perempuan tengah mendorong bagaimana mengembangkan konsep dakwah yang memuliakan perempuan dan laki-laki tanpa diskriminasi. Dakwah pemberdayaan dan pembebasan perempuan dari berbagai bentuk ketidakadilan, serta bentuk dakwah yang bertujuan mempengaruhi kebijakan atau strategi advokasi agar pemerintah atau negara memenuhi hak-hak perempuan. | ULAMA perempuan tengah mendorong bagaimana mengembangkan konsep dakwah yang memuliakan perempuan dan laki-laki tanpa diskriminasi. Dakwah pemberdayaan dan pembebasan perempuan dari berbagai bentuk ketidakadilan, serta bentuk dakwah yang bertujuan mempengaruhi kebijakan atau strategi advokasi agar pemerintah atau negara memenuhi hak-hak perempuan. | ||