2023 Childcare in Lampung Saibatin Indigenous Community from the Perspective of Mubadalah and its Contribution to the Development of Family Law in Indonesia: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas: | {{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Smart.jpg|italic title=SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity|isbn=2807-8268|pub_date=December 29, 2023|cover_artist=|pages=|series=Volume 3, No. 2 (2023)|author=|title_orig=SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity}} | ||
{| | {| | ||
|Nama Jurnal | |Nama Jurnal | ||
| Baris 29: | Baris 29: | ||
'''Abstrak''' | '''Abstrak''' | ||
Artikel ini mengkaji pengasuhan anak pada masyarakat Adat Lampung Saibatin perspektif ''mubadalah'' dan kontribusinya bagi pengembangan hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau filed research yang dilaksanakan pada masyarakat Adat Lampung Saibatin di Provinsi Lampung, melakukan wawancara dengan [[tokoh]] adat lampung sebatin dan masayrakat adat Lampung Saibatin, dianalisis secara kualitatif menggunakan teori ''mubadalah.'' Hasil penelitian bahwa Masyarakat adat Lampung Saibatin pola pengasuhan anak dilakukan oleh ibu, namun seiring berkembangnya zaman sudah ada beberapa orangtua yang telah menerapkan bahwa dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama oleh kedua orang tua. Adanya pengasuhan yang di dominasi oleh ibu dikarenakan ayah mencari [[nafkah]] untuk kebutuhan keluarga, disisi yang lain terdapat paradigma klasik bahwa istri tugasnya ialah mengurus rumah dan anak sedangkan suami berkerja. Pada era digital ini diharapkan dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama, ayah dan ibu secara proporsional, sehingga dengan adanya penelitian ini berkontribusi untuk mengkampanyekan pola asuh yang berimbang kesalingan atau ''mubadalah'' antara ayah dan ibu. Sekaligus sebagai upaya edukasi masyarakat Lampung Saibatin yang masih memiliki paradigma klasik yang menitik beratkan dominasi pengasuhan anak hanya kepada ibunya, sehingga perlahan-lahan dapat merubah paradigma tersebut menjadi pengasuhan anak yang lebih memiliki nilai kesalingan ''mubadalah'' antara ayah dan ibu. | Artikel ini mengkaji pengasuhan anak pada masyarakat Adat Lampung Saibatin perspektif ''mubadalah'' dan kontribusinya bagi pengembangan [[Hukum Keluarga|hukum keluarga]] di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau filed research yang dilaksanakan pada masyarakat Adat Lampung Saibatin di Provinsi Lampung, melakukan wawancara dengan [[tokoh]] adat lampung sebatin dan masayrakat adat Lampung Saibatin, dianalisis secara kualitatif menggunakan teori ''mubadalah.'' Hasil penelitian bahwa Masyarakat adat Lampung Saibatin pola pengasuhan anak dilakukan oleh ibu, namun seiring berkembangnya zaman sudah ada beberapa orangtua yang telah menerapkan bahwa dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama oleh kedua orang tua. Adanya pengasuhan yang di dominasi oleh ibu dikarenakan ayah mencari [[nafkah]] untuk kebutuhan keluarga, disisi yang lain terdapat paradigma klasik bahwa istri tugasnya ialah mengurus rumah dan anak sedangkan suami berkerja. Pada era digital ini diharapkan dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama, ayah dan ibu secara proporsional, sehingga dengan adanya penelitian ini berkontribusi untuk mengkampanyekan pola asuh yang berimbang kesalingan atau ''mubadalah'' antara ayah dan ibu. Sekaligus sebagai upaya edukasi masyarakat Lampung Saibatin yang masih memiliki paradigma klasik yang menitik beratkan dominasi pengasuhan anak hanya kepada ibunya, sehingga perlahan-lahan dapat merubah paradigma tersebut menjadi pengasuhan anak yang lebih memiliki nilai kesalingan ''mubadalah'' antara ayah dan ibu. | ||
'''Kata Kunci:''' ''Pengasuhan Anak; Lampung Saibaitin; Mubadalah'' | '''Kata Kunci:''' ''Pengasuhan Anak; Lampung Saibaitin; Mubadalah'' | ||
Revisi per 29 Juli 2024 17.14
| Nama Jurnal | : | SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity |
| Seri | : | Volume 3, No. 2 (2023) |
| Tahun | : | December 29, 2023 |
| Judul Tulisan | : | Childcare in Lampung Saibatin Indigenous Community from the Perspective of Mubadalah and its Contribution to the Development of Family Law in Indonesia |
| Penulis | : | Deddy Sutendy (District Attorney of Kulon Progo Yogyakarta, Indonesia), Rozana Isa (Exekutive Director at Sisters in Islam, Malaysia) |
Abstract
This article examines childcare in the Lampung Saibatin indigenous community from the perspective of mubadalah and its contribution to the development of family law in Indonesia. This research is field research or filed research conducted in the Lampung Saibatin indigenous community in Lampung Province, conducting interviews with Lampung Saibatin traditional leaders and Lampung Saibatin indigenous people, analyzed qualitatively using the theory of mubadalah. The results of the study show that the Lampung Saibatin indigenous community has a pattern of childcare carried out by the mother, but as time goes by there are already some parents who have implemented that in childcare is carried out jointly by both parents. The existence of care that is dominated by the mother because the father earns a living for the needs of the family, on the other hand there is a classic paradigm that the wife's job is to take care of the house and children while the husband works. In this digital era, it is expected that childcare is carried out jointly, father and mother proportionally, so that this research contributes to campaigning for balanced parenting or mubadalah between father and mother. At the same time as an effort to educate the Lampung Saibatin community who still have a classic paradigm that emphasizes the dominance of childcare only to the mother, so that they can slowly change the paradigm into childcare that has a more balanced value of mubadalah between the father and mother.
Keyword: Childcare; Lampung Saibaitin; Mubadalah
Abstrak
Artikel ini mengkaji pengasuhan anak pada masyarakat Adat Lampung Saibatin perspektif mubadalah dan kontribusinya bagi pengembangan hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau filed research yang dilaksanakan pada masyarakat Adat Lampung Saibatin di Provinsi Lampung, melakukan wawancara dengan tokoh adat lampung sebatin dan masayrakat adat Lampung Saibatin, dianalisis secara kualitatif menggunakan teori mubadalah. Hasil penelitian bahwa Masyarakat adat Lampung Saibatin pola pengasuhan anak dilakukan oleh ibu, namun seiring berkembangnya zaman sudah ada beberapa orangtua yang telah menerapkan bahwa dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama oleh kedua orang tua. Adanya pengasuhan yang di dominasi oleh ibu dikarenakan ayah mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga, disisi yang lain terdapat paradigma klasik bahwa istri tugasnya ialah mengurus rumah dan anak sedangkan suami berkerja. Pada era digital ini diharapkan dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama, ayah dan ibu secara proporsional, sehingga dengan adanya penelitian ini berkontribusi untuk mengkampanyekan pola asuh yang berimbang kesalingan atau mubadalah antara ayah dan ibu. Sekaligus sebagai upaya edukasi masyarakat Lampung Saibatin yang masih memiliki paradigma klasik yang menitik beratkan dominasi pengasuhan anak hanya kepada ibunya, sehingga perlahan-lahan dapat merubah paradigma tersebut menjadi pengasuhan anak yang lebih memiliki nilai kesalingan mubadalah antara ayah dan ibu.
Kata Kunci: Pengasuhan Anak; Lampung Saibaitin; Mubadalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: http://dx.doi.org/10.24042/smart.v3i2.20506