Lompat ke isi

2023 Penerapan Teori Mubadalah terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Parenting dalam Tafsir Tarbawi dan Tafsir Al-Misbah: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Iman dan Spiritualitas|isbn=2775-4596|pub_date=January 2024|cover_artist=|pages=|series...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 21: Baris 21:
| ''Aini Qurotul Ain, Asep Fathurrohman (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)''
| ''Aini Qurotul Ain, Asep Fathurrohman (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''
 
''This research aims to understand the verses of the Al-Qur'an related to parenting, the application of mubadalah theory, and to analyze the similarities and differences between the interpretation of Al-Misbah and the interpretation of Tarbawi. This research uses a comparative analysis approach, by comparing two interpretations and then formulating similarities and differences to make mubadalah theory the analytical framework used. The results of this research show that the application of the mubjadi theory to the interpretation of parenting verses is that: the way the mubjadi theory works in understanding parenting verses is divided into three steps. First, identify and emphasize the principles of Islamic teachings from texts that have a universal character as a basis for understanding. Second, practical implementation of Islamic principles in a specific context. Even though it is partial, finding a meaning that is in accordance with the principles in the previous verse is crucial. Third, the text used for men and women. Application of mubadalah theory to QS. At-Tahrim verse 6 requires mothers and fathers to provide good education and parenting to their children. Similarities and differences between the interpretations of Tarbawi and Al-Misbah, one of the series in QS. Al-Baqarah verse 30 interprets the role of the caliph regarding the importance of education as having a different, but complementary, perspective. Tafsir Al-Misbah prioritizes contextual understanding of the Al-Qur'an by linking the message in the text with relevant social, historical context and universal values. Meanwhile, Tarbawi's interpretation states that good education is not only related to academic aspects, but also pays attention to the formation of character, morality and spiritual intelligence.''
 
'''''Keywords:''' spiritual intelligence; character building; children's education; moral education; educational interpretation''.
 
'''Abstrak'''
 
Tujuan penelitian ini adalah memahami ayat-ayat [[Al-Qur’an]] yang berkaitan dengan ''parenting,'' penerapan teori ''mubadalah'', dan menganalisis persamaan serta perbedaan antar tafsir Al-Misbah dengan tafsir Tarbawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis komparatif, dengan membandingkan dua penafsiran yang kemudian diformulasikan persamaan serta perbedaan untuk menjadikan teori ''mubadalah'' sebagai ''framework'' analisa yang digunakan''.'' Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teori mubadalah terhadap penafsiran ayat-ayat ''parenting'' adalah bahwa: cara kerja teori ''mubadalah'' dalam memahami ayat-ayat ''parenting'' terbagi menjadi tiga langkah. ''Pertama,'' mengidentifikasi dan menegaskan prinsip ajaran Islam dari teks yang mempunyai karakter universal sebagai dasar pemaham. ''Kedua,'' implementasi praktis pada prinsip Islam dalam konteks khusus. Meski bersifat parsial, menemukan makna yang sesuai dengan prinsip dalam ayat sebelumnya adalah krusial. ''Ketiga,'' teks yang digunakan untuk laki-laki dan perempuan. Penerapan teori ''mubadalah'' pada QS. At-Tahrim ayat 6 meingsyaratkan ibu dan bapak agar memberikan pendidikan dan ''parenting'' yang baik terhadap anak-anaknya. Persamaan dan perbedaan antara tafsir Tarbawi dan Al-Misbah, salah satu rangkaian pada QS. Al-Baqarah ayat 30 mengiterpretasikan peran ''khalifah'' terhadap pentingnya pendidikan memiliki perspektif yang berbeda, namun saling melengkapi. Tafsir Al-Misbah mengedepankan pemahaman kontekstual Al-Qur’an dengan mengaitkan pesan dalam teks dengan konteks sosial, sejarah dan nilai universal yang relevan. Sedangkan tafsir Tarbawi menyatakan bahwa pendidikan yang baik bukan hanya berkaitan dengan aspek akademis, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, moralitas dan kecerdasan spiritual.
 
'''''Kata Kunci:''' kecerdasan spiritual; pembentukan karakter; pendidikan anak; pendidikan moral; tafsir pendidikan.''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya.  Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI.  Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz.  Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128).  Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.





Revisi per 2 Agustus 2024 13.55

2023 Penerapan Teori Mubadalah terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Parenting dalam Tafsir Tarbawi dan Tafsir Al-Misbah
JudulJurnal Iman dan Spiritualitas
SeriVol 3, No 4 (2023)
Tahun terbit
January 2024
ISBN2775-4596
Nama Jurnal : Jurnal Iman dan Spiritualitas
Seri : Vol 3, No 4 (2023)
Tahun : January 2024
Judul Tulisan : Penerapan Teori Mubadalah terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Parenting dalam Tafsir Tarbawi dan Tafsir Al-Misbah
Penulis : Aini Qurotul Ain, Asep Fathurrohman (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)

Abstract

This research aims to understand the verses of the Al-Qur'an related to parenting, the application of mubadalah theory, and to analyze the similarities and differences between the interpretation of Al-Misbah and the interpretation of Tarbawi. This research uses a comparative analysis approach, by comparing two interpretations and then formulating similarities and differences to make mubadalah theory the analytical framework used. The results of this research show that the application of the mubjadi theory to the interpretation of parenting verses is that: the way the mubjadi theory works in understanding parenting verses is divided into three steps. First, identify and emphasize the principles of Islamic teachings from texts that have a universal character as a basis for understanding. Second, practical implementation of Islamic principles in a specific context. Even though it is partial, finding a meaning that is in accordance with the principles in the previous verse is crucial. Third, the text used for men and women. Application of mubadalah theory to QS. At-Tahrim verse 6 requires mothers and fathers to provide good education and parenting to their children. Similarities and differences between the interpretations of Tarbawi and Al-Misbah, one of the series in QS. Al-Baqarah verse 30 interprets the role of the caliph regarding the importance of education as having a different, but complementary, perspective. Tafsir Al-Misbah prioritizes contextual understanding of the Al-Qur'an by linking the message in the text with relevant social, historical context and universal values. Meanwhile, Tarbawi's interpretation states that good education is not only related to academic aspects, but also pays attention to the formation of character, morality and spiritual intelligence.

Keywords: spiritual intelligence; character building; children's education; moral education; educational interpretation.

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan parenting, penerapan teori mubadalah, dan menganalisis persamaan serta perbedaan antar tafsir Al-Misbah dengan tafsir Tarbawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis komparatif, dengan membandingkan dua penafsiran yang kemudian diformulasikan persamaan serta perbedaan untuk menjadikan teori mubadalah sebagai framework analisa yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teori mubadalah terhadap penafsiran ayat-ayat parenting adalah bahwa: cara kerja teori mubadalah dalam memahami ayat-ayat parenting terbagi menjadi tiga langkah. Pertama, mengidentifikasi dan menegaskan prinsip ajaran Islam dari teks yang mempunyai karakter universal sebagai dasar pemaham. Kedua, implementasi praktis pada prinsip Islam dalam konteks khusus. Meski bersifat parsial, menemukan makna yang sesuai dengan prinsip dalam ayat sebelumnya adalah krusial. Ketiga, teks yang digunakan untuk laki-laki dan perempuan. Penerapan teori mubadalah pada QS. At-Tahrim ayat 6 meingsyaratkan ibu dan bapak agar memberikan pendidikan dan parenting yang baik terhadap anak-anaknya. Persamaan dan perbedaan antara tafsir Tarbawi dan Al-Misbah, salah satu rangkaian pada QS. Al-Baqarah ayat 30 mengiterpretasikan peran khalifah terhadap pentingnya pendidikan memiliki perspektif yang berbeda, namun saling melengkapi. Tafsir Al-Misbah mengedepankan pemahaman kontekstual Al-Qur’an dengan mengaitkan pesan dalam teks dengan konteks sosial, sejarah dan nilai universal yang relevan. Sedangkan tafsir Tarbawi menyatakan bahwa pendidikan yang baik bukan hanya berkaitan dengan aspek akademis, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, moralitas dan kecerdasan spiritual.

Kata Kunci: kecerdasan spiritual; pembentukan karakter; pendidikan anak; pendidikan moral; tafsir pendidikan.




Keywords: Nusyuz, KHI, Mubadalah

Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.15575/jis.v3i4.31280