Refleksi Kongres: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
k Kupi memindahkan halaman Refleksi ke Refleksi Kongres tanpa membuat pengalihan |
(Tidak ada perbedaan)
| |
Revisi per 18 Agustus 2021 23.05
Refleksi adalah artikel-artikel lepas yang ditulis para peserta yang hadir sebagai refleksi atas penyelenggaraan kegiatan yang diadakan selama tiga hari Kongres di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringan Cirebon, 25-27 April 2017 M bertepatan dengan 28-30 Rajab 1438 H.
KUPI adalah suatu rangkaian panjang dari kerja-kerja aktifis perempuan Muslim di Indonesia. Ia dimulai sekitar awal tahun 1990-an melalui kerja-kerja yang digawangi Mbak Lies Marcoes di P3M dan saya sebagai asisten beliau saat itu. Karena itu, ketika di hari pertama acara ini, saya sebenarnya mencari-cari Mbak Lies dan ingin memeluk beliau serta ingin mengatakan padanya bahwa ini merupakan buah kerjanya dalam rentang waktu yang cukup panjang. |
Mengapa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ini, diadakan di Cirebon? Demikian pertanyaan seorang kolega. Setidaknya ada tiga hal, aku mencoba menjawab. Pertama, Cirebon memiliki kesiapan kultural untuk mendukung KUPI, karena dihuni ratusan pesantren NU yang meyakini kebersatuan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Nilai yang menjadi motto KUPI. Kedua, karena ada Pesantren Kebon Jambu yang dipimpin seorang perempuan yang telah mendakwahkan keadilan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan hampir satu dekade ini. |
Refleksi Kongres Ulama Perempuan Indonesia
- Cerita dibalik Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)
- KUPI: Sebuah Perjalanan
- Mengapa KUPI di Cirebon?
- Intruksi Komando Bersejarah dibalik KUPI: Prihal Sosok Perempuan Nekad dan Keras Kepala
- Tangan Tuhan Di Kebon Jambu
- Kupi Dan Santri Kebon Jambu
- KUPI; Ruang Perjumpaan Dan Harapan
- Melayani Ulama Perempuan
- KUPI: Keyakinan Yang Menggerakkan
- Mempersiapkan KUPI, Menjalin Silaturahim
- KUPI: Gerakan Baru Perempuan Indonesia
- Dan Burung-Burung Beterbangan
- Ketika "Burung" Dilepas
- Ikrar Dan Rekomendasi KUPI
- Teladan Disiplin Itu Bernama Santri Kebon Jambu
- KUPI; Berangkat Dari Harapan Yang Sama
- KUPI Sebagai Titik Perjumpaan Dalam Mengukir Sejarah Baru
- Kebangkitan Ulama Perempuan Untuk Keadilan Dan Kesetaraan
- The Show Must Go On!
- Berproses Melalui Panas-Dingin Kupi
- Bukan Hanya Sekadar Fisik
- KUPI: Ruang Perjumpaan Yang Tulus Dan Majemuk
- KUPI dan Pelayaran Kemanusiaan Kita
- Nilai-nilai Pembelajaran Kongres Ulama Perempuan
- Pengalaman KUPI Yang Pertama; Mendampingi Pejuang Perempuan Suami, Saudara dan Sahabatku
- Amazing KUPI: The Wonderfull Of Women Power
- Mengambil Pengalaman dari KUPI
- KUPI: Antara Cinta, Cita dan Dakwah Perempuan
- KUPI; Antara Harapan dan Cita
- KUPI: Media Silaturrahim dan Temu Curhat
- Ulama Perempuan Tidak Kemana-mana, Tapi Ada Di Mana-mana
- Lahar Suara
- Dinamika Konteks Pluralitas Kongres Ulama Perempuan Indonesia
- Kongres Ulama Perempuan; Inspirasi bagi Kebangkitan PSGA di IAIN Cirebon
- Harapan dan Cita-cita Besar itu ada di KUPI
- Kongres Ulama Perempuan Indonesia; Catatan Reflektif
- KUPI: “Connecting the Dot”; Menjadi Bagian dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)
- Minta Dihalalkan
- Happy ending for KUPI
- Do’a KUPI
- Bravo Kupi
- KUPI di Tengah Arus Fundamentalisme
- Semoga KUPI bisa dilaksanakan di Tahun Mendatang
- Jihad Akbar Perempuan Indonesia
- KUPI; Obat Penawar
- Masih Segar di Ingatan
- Syair Religy Kongres Ulama Perempuan Indonesia
- Revolusi Umat Melalui Ulama Perempuan: Dari Wacana ke Aksi
- Peran Strategis Ulama Perempuan Indonesia
- KUPI dan Perjuangan Kaum Perempuan
- KUPI; Titik Temu Islam dan Feminism
- Thanks to KUPI
- Kongres Ulama Perempuan Indonesia yang Membanggakan: Sekadar Catatan Pengamat
- Resonansi Hati dari Bilik Mekah Kebon Jambu: Perempuan dan Laki-laki adalah Sahabat dalam Memaslahatkan Kehidupan di Bumi
- Kesadaran Baru Perempuan Memaknai Keadilan
- KUPI dan Perjuangan Panjang Kaum Tertindas
- Harapanku Pada KUPI
- Menjadi Laboratorium Islam Progresif
- Refleksi dan Kesan Terhadap KUPI
- KUPI: Ketika Ulama Perempuan Indonesia Berkumpul
- KUPI; Dua Kutub Yang Saling Melengkapi
- Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI); Mengulang masa “Keemasan” Perempuan di Awal Islam
- KUPI: Harapan Baru Perempuan Indonesia
- Keajaiban-Keajaiban KUPI
- Halaqah KUPI II di Medan Pertemukan Para Ulama Perempuan Region Sumatra
- Hasil Kongres Ulama Perempuan Indonesia 2022
- Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Islam dan Feminisme dalam Satu Tarikan Napas
- Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Tempat Perempuan Menemukan Rumah
- Refleksi KUPI 2: Mewujudkan Peradaban yang Berkeadilan
- Surat Dari Jepara: Cerita Keseharian Perempuan Santri di Kota Kartini
- Hari Difabel dan KUPI 2, Semangat Inklusi Bukan Segresi
- Kongres Ulama Perempuan Indonesia 2 di Pesantren Hasyim Asy'ari Bangsri Jepara
- KUPI 2, Ruang Perjumpaan dan Fatwa Kolektif
- Refleksi KUPI II Tips Membangun Privelese
- Refleksi Halaqah KUPI II; Sulitnya Perjuangan Menjadi Istri Salihah
- Peran Santri Putri Menyukseskan KUPI II Membuat Saya Takjub
- KUPI II: Komitmen Ulama Perempuan Indonesia dalam Merawat Lingkungan
- Lika-Liku Dakwah Lingkungan Ulama Perempuan Indonesia
- Hari Ibu, Momen Refleksi Cita-cita Kongres Perempuan Indonesia
- KUPI II: Bukti Bahwa Agama Pedulikan Lingkungan
- Meneguhkan Peran Elite dan Komunitas di KUPI-2 Jepara
- 4 Hal yang Harus Kamu Tahu dari Kongres Ulama Perempuan II
- Catatan Refleksi Perjalanan Menuju KUPI 2 Bersama Keluarga
- Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Sebagai Ajang Gerakan Penjunjung Hak Wanita