Lompat ke isi

Sejarah Baru Ulama Perempuan Terukir di Kota Ukir: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://www.kompas.id/baca/opini/2022/11/17/fatwa-dari-perempuan-untuk-semesta?open_from=Search_Result_Page Kompas] |- |Pen...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 11: Baris 11:
|Tanggal  Terbit
|Tanggal  Terbit
|:
|:
|<nowiki>18 November 2022 | 05:47 WIB</nowiki>
|18 November 2022 | 05:47 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap

Revisi per 28 Agustus 2024 12.10

Info Artikel

Sumber Original : Kompas
Penulis : Yulianti Muthmainnah
Tanggal Terbit : 05:47 WIB
Artikel Lengkap : Fatwa dari Perempuan untuk Semesta

Dapatkah pengalaman dan penderitaan perempuan korban dipertimbangkan para penyusun fatwa? Bertanyakah pada perempuan korban, apa dukungan agama untuk mereka? Muhammadiyah-Aisyiyah dan KUPI punya peran strategis.

Bagi perempuan aktivis Muhammadiyah-Aisyiyah dan Kongres Ulama Perempuan Indonesia, November ini adalah momen penting. Pertama, bulan ini dilangsungkan Muktamar Ke- 48 Muhammadiyah-Aisyiyah di Solo (18-20/11/2022).

Kedua, bulan ini juga dilangsungkan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Ke-2 di Semarang dan Jepara (23-26/11/2022). Pada 26 November hari pertama dimulainya Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan dan pada 29 November Hari Perempuan Pembela HAM.