Lompat ke isi

Sejarah Baru Ulama Perempuan Terukir di Kota Ukir: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 7: Baris 7:
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|[[Yulianti Muthmainnah]]
|Dian Dewi Purnamasari
|-
|-
|Tanggal  Terbit
|Tanggal  Terbit
|:
|:
|18 November 2022 | 05:47 WIB
|18 November 2022 | <nowiki>27 November 2022 | 11:00 WIB</nowiki>
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://www.kompas.id/baca/opini/2022/11/17/fatwa-dari-perempuan-untuk-semesta?open_from=Search_Result_Page Fatwa dari Perempuan untuk Semesta]
|[https://www.kompas.id/baca/polhuk/2022/11/24/sejarah-baru-ulama-perempuan-yang-terukir-di-kota-ukir?open_from=Search_Result_Page Sejarah Baru Ulama Perempuan Terukir di Kota Ukir]
|}
|}
<blockquote>Dapatkah pengalaman dan penderitaan perempuan korban dipertimbangkan para penyusun [[fatwa]]? Bertanyakah pada perempuan korban, apa dukungan agama untuk mereka? Muhammadiyah-Aisyiyah dan [[KUPI]] punya peran strategis.</blockquote>Bagi perempuan aktivis Muhammadiyah-Aisyiyah dan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia, November ini adalah momen penting. Pertama, bulan ini dilangsungkan Muktamar Ke- 48 Muhammadiyah-Aisyiyah di Solo (18-20/11/2022).
<blockquote>Mengikuti rangkaian diskusi di Ponpes [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] membuka cakrawala baru, bahwa membicarakan isu tentang keadilan jender sudah menjadi kebutuhan. Memperjuangkan keadilan jender.</blockquote>Selama 23-26 November 2022, Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia 2 dihelat di Pondok Pesantren, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Di kota ukir, sejarah baru gerakan ulama perempuan akan diukir. Kongres akan menghasilkan [[fatwa]] yang menjadi platform perjuangan [[komunitas]] organik itu.
 
Kedua, bulan ini juga dilangsungkan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI) Ke-2 di Semarang dan Jepara (23-26/11/2022). Pada 26 November hari pertama dimulainya Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan dan pada 29 November Hari Perempuan Pembela HAM.


Sejak Kamis (23/11) pagi, area Ponpes di kota kecamatan itu dipadati oleh peserta kongres. Rata-rata peserta yang datang adalah ibu-ibu berhijab. Ada yang datang dari Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang, guru madrasah, hingga laki-laki pelajar dan mahasiswa yang memiliki passion di isu keadilan jender.
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita Kongres 2]]
[[Kategori:Berita Kongres 2]]
[[Kategori:Berita Online Kongres 2]]
[[Kategori:Berita Online Kongres 2]]