Lompat ke isi

780 Ulama Perempuan Kongres Di Cirebon Hari Ini: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[https://voi.id/berita/209876/wapres-berharap-kongres-ulama-perempuan-indonesia-hasilkan-pemikiran-produktif voi.id]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|14 September 2022, 23:29
|-
|Penulis
|:
| Tim Redaksi
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[https://voi.id/berita/209876/wapres-berharap-kongres-ulama-perempuan-indonesia-hasilkan-pemikiran-produktif Wapres Berharap Kongres Ulama Perempuan Indonesia Hasilkan Pemikiran Produktif]
|}
Sejarah Islam mencatat bahwa ulama perempuan telah menjadi bagian dari setiap perkembangan peradaban Islam, termasuk di Indonesia. Namun, catatan tentang [[Kiprah Ulama Perempuan|kiprah ulama perempuan]] dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia sangat kecil akibat konstruksi sejarah yang sepihak.
Sejarah Islam mencatat bahwa ulama perempuan telah menjadi bagian dari setiap perkembangan peradaban Islam, termasuk di Indonesia. Namun, catatan tentang [[Kiprah Ulama Perempuan|kiprah ulama perempuan]] dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia sangat kecil akibat konstruksi sejarah yang sepihak.



Revisi per 28 Agustus 2025 10.41

Info Artikel:

Sumber Original : voi.id
Tanggal Publikasi : 14 September 2022, 23:29
Penulis : Tim Redaksi
Artikel Lengkap : Wapres Berharap Kongres Ulama Perempuan Indonesia Hasilkan Pemikiran Produktif


Sejarah Islam mencatat bahwa ulama perempuan telah menjadi bagian dari setiap perkembangan peradaban Islam, termasuk di Indonesia. Namun, catatan tentang kiprah ulama perempuan dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia sangat kecil akibat konstruksi sejarah yang sepihak.

Untuk itu, dibutuhkan upaya kultural dan struktural guna menegaskan kembali kerja-kerja sosial keulamaan perempuan dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan. Atas dasar itulah, muncul gagasan untuk menyelenggarakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

“Ini adalah sebuah perjumpaan 780 ulama perempuan yang selama ini sudah berkiprah di masyarakat. Ini merupakan perjumpaan pertama,” ujar Sekretaris Umum Komite Pelaksana KUPI, Ninik Rahayu, dilansir ROL, Selasa (25/4).

Sebanyak 780 ulama perempuan itu terdiri dari 580 orang peserta dan 200 orang pengamat. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara.

Kongres yang mengangkat tema ‘Peran Ulama Perempuan Dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan’ itu akan digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, 25-27 April 2017.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan ulama perempuan itu akan mengadakan seminar internasional, seminar nasional, dan musyawarah fatwa tentang persoalan kebangsaan aktual di ruang publik dengan metode yang bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk seminar internasional tentang ulama perempuan rencananya akan menghadirkan beberapa narasumber dari Indonesia dan sejumlah negara. Di antaranya, Pakistan, Afghanistan, Malaysia, Saudi Arabia dan Nigeria.

Sedangkan seminar nasional tentang ulama perempuan, akan diisi diskusi panel tentang sejarah, peran, tantangan, strategi dakwah dan metode studi Islam ulama perempuan dalam menjawab isu-isu kontemporer di Indonesia. (Sumber: ROL)

Info Artikel

Sumber Original : RedaksiIslam.com
Penulis : Redaksi
Tanggal Terbit : 25 April 2017