Lompat ke isi

Pentingnya Pengkaderan Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://www.kompas.id/baca/polhuk/2023/03/07/menuju-pemilu-2024-pentingnya-penguatan-kepemimpinan-perempuan-disuarakan?open...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 21: Baris 21:
"Kepemimpinan perempuan sangat penting. Bagaimana mereka dapat menciptakan program-program yang tidak meminggirkan perempuan. Di sisi lain, kami berupaya melakukan gerakan ke arah pendidikan untuk mendorong perempuan memimpin di politik," ucap pengamat kesetaraan gender dari Universitas Indonesia sekaligus anggota Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) Iklilah Muzayyanah Dini dalam forum pembahasan hasil KUPI, di Jakarta, Selasa (7/3/2022).
"Kepemimpinan perempuan sangat penting. Bagaimana mereka dapat menciptakan program-program yang tidak meminggirkan perempuan. Di sisi lain, kami berupaya melakukan gerakan ke arah pendidikan untuk mendorong perempuan memimpin di politik," ucap pengamat kesetaraan gender dari Universitas Indonesia sekaligus anggota Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) Iklilah Muzayyanah Dini dalam forum pembahasan hasil KUPI, di Jakarta, Selasa (7/3/2022).
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita 2022]]
[[Kategori:Berita 2021]]

Revisi per 30 Agustus 2024 10.44

Info Artikel

Sumber Original : Kompas
Penulis : Ayu Octavi Anjani
Tanggal Terbit : 8 Maret 2023 | 01:08 WIB
Artikel Lengkap : Menuju Pemilu 2024, Pentingnya Penguatan Kepemimpinan Perempuan Disuarakan

JAKARTA, KOMPAS – Menuju Pemilu 2024, sejumlah pihak mendorong penguatan kepemimpinan perempuan. Memberi ruang yang lebih besar bagi perempuan dalam pengambilan kebijakan dapat mencegah lahirnya kebijakan-kebijakan yang memarginalisasi perempuan.

"Kepemimpinan perempuan sangat penting. Bagaimana mereka dapat menciptakan program-program yang tidak meminggirkan perempuan. Di sisi lain, kami berupaya melakukan gerakan ke arah pendidikan untuk mendorong perempuan memimpin di politik," ucap pengamat kesetaraan gender dari Universitas Indonesia sekaligus anggota Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Iklilah Muzayyanah Dini dalam forum pembahasan hasil KUPI, di Jakarta, Selasa (7/3/2022).