Lompat ke isi

2023 Pesan Moderasi Beragama Akun Instagram @Mubadalah.ID Dalam Mencegah Radikalisme di Media Sosial: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi 'ka|400x400px '''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://doi.org/10.61817/ittihad.v9i1.111 Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Alittihad vol9 no1.jpg|ka|400x400px]]
[[Berkas:Moderatio vol3 no2.png|ka|396x396px]]
'''Info Artikel:'''
'''Info Artikel:'''
{|
{|
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://doi.org/10.61817/ittihad.v9i1.111 Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam]
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/moderatio/article/view/7369 MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol 9 No 1 (2023): Juni
|Vol. 3 No. 2 (2023)
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|2023-07-14
|2023-12-31
|-
|-
|ISSN/eISSN
|ISSN/eISSN
|:
|:
|2442-6938 / 2721-6829
|2797-5096 / 2798-0731
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
|:
|:
|
|Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Baharudin ''(Dosen STKIP Al-Amin Dompu)''
|Lina Mustakimah, Rifki Rosyad
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|https://doi.org/10.61817/ittihad.v9i1.111
|https://doi.org/10.32332/moderatio.v3i2.7369
|}
|}
'''Abstrak'''
'''''Abstract'''''


Kekerasan sesksual pada anak dewasa ini sangat rentan ditengah kehidupan kita, kekerasan seksual pada anak banyak terjadi dewasa ini, dikarenakan banyaknya factor yang memperngaruhi kekerasan seksual pada anak, banyaknya iming-iming yang diberikan oleh si pelaku untuk memberikan rangsangan atau motivasi pada anak agar sianak mengikuti ajakan si pelaku. Kekerasan sesksual pada anak banyak terjadi dilakukan oleh pelaku yakni orang-orang terdekat kita sendiri, banyak nya factor media pendukung membuat para pelaku mengalihkan hasrat seksnya pada anak-anak yang tak berdosa. Permasalahan dari penelitian ini adalah, sejaumana efektifitas hukuman baik hukuman positif maupun hukuman syariat islam dalam memberikan hukuman kepada pelaku yang melakukan tindakan pelecehan seksual pada anak. Adapun metode penelitian yakni penulis menggunakakn penelitian yang bersifat ''persuasive approach'' dalam dalam melakukan pendekatan terhadap baik pelaku maupun si korban terhadap tindak pelecehan sesksual pada anak. Kedsimpulan dalam penelitian ini adalah baik secara hukum positive maupun hukum syariat islam, sangat tidak memberikan toleransi sedikitpun kepada para pelaku tindakan pelecehan seksual.
''Radicalism is one of the common enemies of all religions including Islam, radicalism becomes negative because it forces ideology or will on others to follow what is the right path for them, in this digital era, prevention of radicalism is important considering that in Indonesia around 84, 94% of students who can access the internet are intolerant. Today the internet and social media are sources of reference for knowledge, including knowledge about religion. The existence of the Instagram account @mubadalah.id is very important in presenting peaceful, soothing and reassuring religious narratives which can be used as penetration for disseminating the notion of religious moderation and is expected to be able to prevent radicalism by utilizing social media. The research method used in this study is the elaboration between the analytical descriptive communication style of the Instagram account @mubadalah.id in conveying the message of religious moderation which is uploaded on his Instagram account. The results of this study found that in analyzing the message of religious moderation carried out by @mubadalah.id according to Harold Dwight Laswell we must answer several questions; who, says what, uses which channels or media, to whom and how does it affect. The conclusion from this study is that the influence of the message of religious moderation by @mubadalah.id can increase knowledge and change followers to be more tolerant and moderate.''


pada anak.  
'''''Keywords:''' Religious Moderation, radicalism, @mubadalah.id''


'''Kata Kunci:''' ''Kekerasan, Seksual, Anak, Hukum Positive, Hukum Syariah Islam''
'''Abstrak'''
 
Radikalisme merupakan salahsatu musuh bersama dari semua agama termasuk agama Islam, radikalisme menjadi negatif lantaran memaksakan ideologi atau kehendak kepada orang lain agar mengikuti apa yang menjadi jalan benar bagi mereka, di era digital ini, pencegahan paham radikalisme menjadi penting mengingat bahwa di Indonesia sekitar 84,94% siswa/mahasiswa .yang dapat mengakses internet justru tidak toleran. Dewasa ini internet dan media sosial ini sebagai sumber sumber rujukan pengetahuan termasuk pengetahuan tentang agama. Keberadaan akun instagram @mubadalah.id menjadi sangat penting menyajikan narasi-narasi keagamaan yang damai, menyejukkan dan menetramkan dapat menjadi penetrasi untuk menyebarluaskan paham moderasi beragama dan diharapkan mampu memcegah paham radikalisme dengan memanfaatkan media sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah elaborasi antara deskriptif analitis gaya komunikasi akun instagram @mubadalah.id dalam menyampaikan pesan moderasi beragama yang diunggah dalam akun instagramnya. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam menganalisa pesan moderasi beragama yang dilakukan @mubadalah.id menurut Harold Dwight Laswell kita harus menjawab beberapa pertanyaannya; siapa, mengatakan apa, menggunakan saluran atau media apa, kepada siapa dan bagaimana pengaruhnya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengaruh dari pesan moderasi beragama oleh @mubadalah.id ini dapat menambah pengetahauan dan merubah followers agar lebih toleran dan moderat. 
 
'''''Kata Kunci:''' Moderasi beragama, radikalisme, @mubadalah.id''  
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]

Revisi per 5 September 2024 13.21

Info Artikel:

Sumber Original : MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama
Seri : Vol. 3 No. 2 (2023)
Tanggal Publikasi : 2023-12-31
ISSN/eISSN : 2797-5096 / 2798-0731
Penerbit : Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung
Penulis : Lina Mustakimah, Rifki Rosyad
Artikel Lengkap : https://doi.org/10.32332/moderatio.v3i2.7369

Abstract

Radicalism is one of the common enemies of all religions including Islam, radicalism becomes negative because it forces ideology or will on others to follow what is the right path for them, in this digital era, prevention of radicalism is important considering that in Indonesia around 84, 94% of students who can access the internet are intolerant. Today the internet and social media are sources of reference for knowledge, including knowledge about religion. The existence of the Instagram account @mubadalah.id is very important in presenting peaceful, soothing and reassuring religious narratives which can be used as penetration for disseminating the notion of religious moderation and is expected to be able to prevent radicalism by utilizing social media. The research method used in this study is the elaboration between the analytical descriptive communication style of the Instagram account @mubadalah.id in conveying the message of religious moderation which is uploaded on his Instagram account. The results of this study found that in analyzing the message of religious moderation carried out by @mubadalah.id according to Harold Dwight Laswell we must answer several questions; who, says what, uses which channels or media, to whom and how does it affect. The conclusion from this study is that the influence of the message of religious moderation by @mubadalah.id can increase knowledge and change followers to be more tolerant and moderate.

Keywords: Religious Moderation, radicalism, @mubadalah.id

Abstrak

Radikalisme merupakan salahsatu musuh bersama dari semua agama termasuk agama Islam, radikalisme menjadi negatif lantaran memaksakan ideologi atau kehendak kepada orang lain agar mengikuti apa yang menjadi jalan benar bagi mereka, di era digital ini, pencegahan paham radikalisme menjadi penting mengingat bahwa di Indonesia sekitar 84,94% siswa/mahasiswa .yang dapat mengakses internet justru tidak toleran. Dewasa ini internet dan media sosial ini sebagai sumber sumber rujukan pengetahuan termasuk pengetahuan tentang agama. Keberadaan akun instagram @mubadalah.id menjadi sangat penting menyajikan narasi-narasi keagamaan yang damai, menyejukkan dan menetramkan dapat menjadi penetrasi untuk menyebarluaskan paham moderasi beragama dan diharapkan mampu memcegah paham radikalisme dengan memanfaatkan media sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah elaborasi antara deskriptif analitis gaya komunikasi akun instagram @mubadalah.id dalam menyampaikan pesan moderasi beragama yang diunggah dalam akun instagramnya. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam menganalisa pesan moderasi beragama yang dilakukan @mubadalah.id menurut Harold Dwight Laswell kita harus menjawab beberapa pertanyaannya; siapa, mengatakan apa, menggunakan saluran atau media apa, kepada siapa dan bagaimana pengaruhnya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengaruh dari pesan moderasi beragama oleh @mubadalah.id ini dapat menambah pengetahauan dan merubah followers agar lebih toleran dan moderat.

Kata Kunci: Moderasi beragama, radikalisme, @mubadalah.id