Relasi Kesalingan dalam Tafsir Ayat Qiwamah: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://rahma.id/ Rahma.id] |- |Penulis |: |Izza Royyani (''Alumni UIN Sunan Kalijaga. Berminat dalam kajian perempuan dan agama''...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://tafsiralquran.id/relasi-kesalingan-dalam-tafsir-ayat-qiwamah/ tafsiralquran.id] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Halya Millati | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |22/07/2022 | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://tafsiralquran.id/relasi-kesalingan-dalam-tafsir-ayat-qiwamah/ Relasi Kesalingan dalam Tafsir Ayat Qiwamah] | ||
|} | |} | ||
Di antara ayat hubungan suami-istri yang familiar menjadi objek penafsiran feminis modern ialah Surah An-Nisa ayat 34 tentang konsep ''qiwamah'' (kepemimpinan). Tema ini hampir selalu disinggung mufasir feminis. Sebagian dari mereka yang membahas konsep ''qiwamah'' ialah Riffat Hassan (l.1943), Amina Wadud (l. 1952), dan [[Husein Muhammad]] (l. 1953). Tiga [[tokoh]] ini menekankan relasi kesalingan dalam mengemban peran rumah tangga. | |||
Mengutip ''Asbab al-Nuzul'' (151-152) karya al-Wahidi, Q.S. Annisa [4]: 34 turun dalam konteks konflik rumah tangga antara Sa’d bin al-Rabi’ yang memukul istrinya, Habibah bint Zayd, karena telah ''nushuz''. Kemudian, Habibah bersama ayahnya mengadukan hal itu kepada Nabi. Nabi pun memerintahkan untuk meng-''qisas (membalas dengan setimpal)'' kepada suaminya. Tetapi, sebelum mereka pulang, turunlah Q.S. An-Nisa [4]: 34 sebagai ketentuan menghadapi konflik rumah tangga, sekaligus meralat instruksi ''qisas'' dari Nabi. | |||
[[Kategori:Jejak Tokoh]] | [[Kategori:Jejak Tokoh]] | ||
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | [[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | ||
Revisi per 6 September 2024 14.45
Info Artikel
| Sumber | : | tafsiralquran.id |
| Penulis | : | Halya Millati |
| Tanggal Publikasi | : | 22/07/2022 |
| Artikel Lengkap | : | Relasi Kesalingan dalam Tafsir Ayat Qiwamah |
Di antara ayat hubungan suami-istri yang familiar menjadi objek penafsiran feminis modern ialah Surah An-Nisa ayat 34 tentang konsep qiwamah (kepemimpinan). Tema ini hampir selalu disinggung mufasir feminis. Sebagian dari mereka yang membahas konsep qiwamah ialah Riffat Hassan (l.1943), Amina Wadud (l. 1952), dan Husein Muhammad (l. 1953). Tiga tokoh ini menekankan relasi kesalingan dalam mengemban peran rumah tangga.
Mengutip Asbab al-Nuzul (151-152) karya al-Wahidi, Q.S. Annisa [4]: 34 turun dalam konteks konflik rumah tangga antara Sa’d bin al-Rabi’ yang memukul istrinya, Habibah bint Zayd, karena telah nushuz. Kemudian, Habibah bersama ayahnya mengadukan hal itu kepada Nabi. Nabi pun memerintahkan untuk meng-qisas (membalas dengan setimpal) kepada suaminya. Tetapi, sebelum mereka pulang, turunlah Q.S. An-Nisa [4]: 34 sebagai ketentuan menghadapi konflik rumah tangga, sekaligus meralat instruksi qisas dari Nabi.