Lompat ke isi

Perempuan, Fitnah dan Persimpangan Tafsir Agama: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel'''
'''Info Artikel'''
{|
{|
|Nama Media
|Sumber
|:
|:
|[https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-fitnah-dan-persimpangan-tafsir-agama-/6224181.html VOA Indonesia]
|[https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-fitnah-dan-persimpangan-tafsir-agama-/6224181.html VOA Indonesia]

Revisi per 13 September 2024 14.08

Info Artikel

Sumber : VOA Indonesia
Penulis : Nurhadi Sucahyo
Tanggal Publikasi : 13/09/2021
Artikel Lengkap : Perempuan, Fitnah dan Persimpangan Tafsir Agama

VOA- Isu perempuan dan agama bergerak dinamis di Indonesia. Sebagian mengarah ke pemahaman baru, sebagian lagi berupaya mengembalikannya ke masa lalu.

Profesi komika bagi Sakdiyah Makruf bukan pilihan mudah. Bahkan dari keluarganya sendiri, dia menerima penolakan. Namun, Sakdiyah menyadari konsekuensi itu. Apa yang dia tempuh, adalah bagian dari gerak wacana perempuan dalam Islam.

Sakdiyah mencatat tiga fenomena yang melingkupi wacana perempuan dan Islam belakangan ini. Pertama adalah meningkatnya gairah keberagamaan. Sayangnya, di satu sisi gairah ini memunculkan narasi yang justru kembali meminggirkan dan mendiskriminasi perempuan. Ada upaya mengembalikan perempuan pada peran-peran terbatasnya di masa lalu. Tidak mengherankan, jika muncul pertanyaan atas pilihan Sakdiyah menjalani profesinya.