Refleksi Kongres: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
| {{Artikelfeat|title=[[Mengapa KUPI di Cirebon?]]|content=Mengapa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ini, diadakan di Cirebon? Demikian pertanyaan seorang kolega. Setidaknya ada tiga hal, aku mencoba menjawab. Pertama, Cirebon memiliki kesiapan kultural untuk mendukung KUPI, karena dihuni ratusan pesantren NU yang meyakini kebersatuan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Nilai yang menjadi motto KUPI. Kedua, karena ada Pesantren Kebon Jambu yang dipimpin seorang perempuan yang telah mendakwahkan keadilan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan hampir satu dekade ini.|line=[[Mengapa KUPI di Cirebon?|Selengkapnya...]]}} | | {{Artikelfeat|title=[[Mengapa KUPI di Cirebon?]]|content=Mengapa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ini, diadakan di Cirebon? Demikian pertanyaan seorang kolega. Setidaknya ada tiga hal, aku mencoba menjawab. Pertama, Cirebon memiliki kesiapan kultural untuk mendukung KUPI, karena dihuni ratusan pesantren NU yang meyakini kebersatuan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Nilai yang menjadi motto KUPI. Kedua, karena ada Pesantren Kebon Jambu yang dipimpin seorang perempuan yang telah mendakwahkan keadilan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan hampir satu dekade ini.|line=[[Mengapa KUPI di Cirebon?|Selengkapnya...]]}} | ||
|} | |} | ||
= Refleksi Kongres Ulama Perempuan Indonesia = | |||
{{columns-list|colwidth=40em| | {{columns-list|colwidth=40em| | ||
<DynamicPageList> | <DynamicPageList> | ||