Lompat ke isi

Nur Rofiah: Bangun Kesadaran Keadilan Gender Islam: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 20: Baris 20:


Peradaban manusia diwarnai oleh [[tradisi]] tidak manusiawi pada perempuan. Misalnya penguburan bayi perempuan hidup-hidup saat lahir karena memalukan, menjadikan perempuan sebagai komoditas, hadiah, warisan, bahkan membakar diri hidup-hidup bersama jenazah suami yang di India disebut Sati.  
Peradaban manusia diwarnai oleh [[tradisi]] tidak manusiawi pada perempuan. Misalnya penguburan bayi perempuan hidup-hidup saat lahir karena memalukan, menjadikan perempuan sebagai komoditas, hadiah, warisan, bahkan membakar diri hidup-hidup bersama jenazah suami yang di India disebut Sati.  
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
 
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]

Revisi terkini sejak 9 Juli 2025 14.26

Info Artikel

Sumber : Republika.co.id
Penulis : Rep: Imas Damayanti/ Red: A.Syalaby Ichsan
Tanggal Publikasi : Jumat 04 Dec 2020 | 21:20 WIB
Artikel Lengkap : Nur Rofiah: Bangun Kesadaran Keadilan Gender Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Ketidakadilan pada seseorang karena menjadi perempuan kerap terjadi dalam lingkup sosial masyarakat. Mirisnya, ketidakadilan yang berakar pada cara pandang negatif pada perempuan ini kerap tidak disadari karena muncul dalam tindakan yang diyakini baik, dan  ilmiah oleh masyarakat.

Peradaban manusia diwarnai oleh tradisi tidak manusiawi pada perempuan. Misalnya penguburan bayi perempuan hidup-hidup saat lahir karena memalukan, menjadikan perempuan sebagai komoditas, hadiah, warisan, bahkan membakar diri hidup-hidup bersama jenazah suami yang di India disebut Sati.