Lompat ke isi

Tiga Pertimbangan Penting Bagi Pasutri Kala Putuskan Childfree: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ ibihtafsir.id] |- |Penulis |: |Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm |- |Tanggal Pu...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ ibihtafsir.id]
|[https://www.nu.or.id/nasional/tiga-pertimbangan-penting-bagi-pasutri-kala-putuskan-childfree-ZmJHr nu.or.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dr. [[Nur Rofiah]], Bil. Uzm
|Suci Amaliyah
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|Januari 9, 2022
|<nowiki>Sabtu, 28 Agustus 2021 | 08:00 WIB</nowiki>
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ Fatwa, Female, dan Fitnah]
|[https://www.nu.or.id/nasional/tiga-pertimbangan-penting-bagi-pasutri-kala-putuskan-childfree-ZmJHr Tiga Pertimbangan Penting Bagi Pasutri Kala Putuskan Childfree]
|}
|}
Cara pandang perempuan sebagai sumber [[fitnah]] terkait erat dengan cara pandang atas perempuan sebagai objek seksual laki-laki. Setiap inci tubuh perempuan adalah sumber fitnah yang bisa menjadikan laki-laki berbuat ma’shiat sehingga mesti ditutup serapat mungkin. Bahkan suaranya pun dinilai [[aurat]]!
'''Jakarta, NU Online '''


Mari kita refleksikan kesadaran kemanusiaan seperti apa yang ada di masyarakat Jahiliyah dan kesadaran kemanusiaan seperti apa pula yang sedang dibangun oleh Islam.
Istilah Childfree belakangan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Pro dan kontra pun muncul. International Business Times melaporkan bahwa Australian Bureau of Statistic menilai akan lebih banyak pasangan berkeluarga yang memilih untuk tidak punya anak di antara tahun 2023-2029. 


Selama turunnya pada tahun 611-634 M, Islam menggerakkan kesadaran masyarakat Jahiliyah bahwa perempuan dari adalah objek menjadi subjek penuh sistem kehidupan.
Menanggapi hal itu, pengamat isu-isu perempuan, Hj [[Nur Rofiah]] dalam acara Lingkar Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI) bertajuk Childfree dan Childcare Perspektif Islam, Jumat (27/8) mengungkapkan beragam alasan pasangan suami istri (pasutri) memilih untuk tidak memiliki anak baik itu anak kandung, tiri, maupun angkat.
 
''Pertama,'' karena ketidaksiapan finansial. Kedua, ketidaksiapan reproduksi. Ketiga, riwayat penyakit kronis. Keempat, trauma. Kelima, ketidaksiapan sebagai orang tua. Keenam, semrawutnya konsep keluarga. Ketujuh, ancaman kerusakan alam. Kedelapan, konflik kemanusiaan dan lainnya.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]