Lompat ke isi

Tiga Pertimbangan Penting Bagi Pasutri Kala Putuskan Childfree: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 24: Baris 24:


''Pertama,'' karena ketidaksiapan finansial. Kedua, ketidaksiapan reproduksi. Ketiga, riwayat penyakit kronis. Keempat, trauma. Kelima, ketidaksiapan sebagai orang tua. Keenam, semrawutnya konsep keluarga. Ketujuh, ancaman kerusakan alam. Kedelapan, konflik kemanusiaan dan lainnya.
''Pertama,'' karena ketidaksiapan finansial. Kedua, ketidaksiapan reproduksi. Ketiga, riwayat penyakit kronis. Keempat, trauma. Kelima, ketidaksiapan sebagai orang tua. Keenam, semrawutnya konsep keluarga. Ketujuh, ancaman kerusakan alam. Kedelapan, konflik kemanusiaan dan lainnya.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
 
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]

Revisi terkini sejak 9 Juli 2025 14.36

Info Artikel

Sumber : nu.or.id
Penulis : Suci Amaliyah
Tanggal Publikasi : Sabtu, 28 Agustus 2021 | 08:00 WIB
Artikel Lengkap : Tiga Pertimbangan Penting Bagi Pasutri Kala Putuskan Childfree

Jakarta, NU Online 

Istilah Childfree belakangan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Pro dan kontra pun muncul. International Business Times melaporkan bahwa Australian Bureau of Statistic menilai akan lebih banyak pasangan berkeluarga yang memilih untuk tidak punya anak di antara tahun 2023-2029. 

Menanggapi hal itu, pengamat isu-isu perempuan, Hj Nur Rofiah dalam acara Lingkar Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI) bertajuk Childfree dan Childcare Perspektif Islam, Jumat (27/8) mengungkapkan beragam alasan pasangan suami istri (pasutri) memilih untuk tidak memiliki anak baik itu anak kandung, tiri, maupun angkat.

Pertama, karena ketidaksiapan finansial. Kedua, ketidaksiapan reproduksi. Ketiga, riwayat penyakit kronis. Keempat, trauma. Kelima, ketidaksiapan sebagai orang tua. Keenam, semrawutnya konsep keluarga. Ketujuh, ancaman kerusakan alam. Kedelapan, konflik kemanusiaan dan lainnya.