Lompat ke isi

Menemukan Makna Kemanusiaan dengan Kesadaran Disabilitas: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://mubadalah.id/menemukan-makna-kemanusiaan-dengan-kesadaran-disabilitas/ Mubadalah.id] |- |Tanggal Publikasi |: |15/...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 8: Baris 8:
|:
|:
|15/02/2023
|15/02/2023
|-
|Penulis
|:
|Nurul Latifah
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mubadalah.id/menemukan-makna-kemanusiaan-dengan-kesadaran-disabilitas/ Menemukan Makna Kemanusiaan dengan Kesadaran Disabilitas]
|[https://mubadalah.id/menemukan-makna-kemanusiaan-dengan-kesadaran-disabilitas/ Menemukan Makna Kemanusiaan dengan Kesadaran Disabilitas]
|-
|Penulis
|:
|Nurul Latifah
|}[[Mubadalah]].id – Bersyukurlah kita yang masih memperoleh karuniai anggota tubuh sebagaimana fungsinya. Mata yang senang melihat pemandangan indah. Tangan yang gemar bermain lato-lato. Kaki yang bebas berjalan-jalan ke mana pun kita mau. Telinga yang suka alunan musik sampai tidak jarang kita ikut bernyanyi. Itu semua nikmat yang terkadang kita lupa dan baru tersadar saat kita sakit. Hingga lambat menyadari makna kemanusiaan di sekitar kita.
|}[[Mubadalah]].id – Bersyukurlah kita yang masih memperoleh karuniai anggota tubuh sebagaimana fungsinya. Mata yang senang melihat pemandangan indah. Tangan yang gemar bermain lato-lato. Kaki yang bebas berjalan-jalan ke mana pun kita mau. Telinga yang suka alunan musik sampai tidak jarang kita ikut bernyanyi. Itu semua nikmat yang terkadang kita lupa dan baru tersadar saat kita sakit. Hingga lambat menyadari makna kemanusiaan di sekitar kita.