Kehidupan Perempuan Disabilitas Psikososial yang Luput Perhatian: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://mubadalah.id/kehidupan-perempuan-disabilitas-psikososial/ Mubadalah.id] |- |Tanggal Publikasi |: |01/07/2021 |- |A...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
|: | |: | ||
|01/07/2021 | |01/07/2021 | ||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
|Atu Fauziah | |||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https://mubadalah.id/kehidupan-perempuan-disabilitas-psikososial/ Kehidupan Perempuan Disabilitas Psikososial yang Luput Perhatian] | |[https://mubadalah.id/kehidupan-perempuan-disabilitas-psikososial/ Kehidupan Perempuan Disabilitas Psikososial yang Luput Perhatian] | ||
|}[[Mubadalah]].id – Beberapa hari lalu seorang teman memberi saya masukan untuk menulis sebuah topik tulisan sebagai upaya kampanye yang dianggapnya penting. Kemudian ia mengirimi sebuah ''link'' youtube untuk saya tonton, ya, video itu bisa jadi ''insight'' saya ketika hendak menulis tentang problematika yang menimpa perempuan. Tapi mengenyahkan rasa mager adalah hal yang amat sulit, apalagi nulis bukan hal remeh-temeh bagi manusia macam saya yang pemalas. | |}[[Mubadalah]].id – Beberapa hari lalu seorang teman memberi saya masukan untuk menulis sebuah topik tulisan sebagai upaya kampanye yang dianggapnya penting. Kemudian ia mengirimi sebuah ''link'' youtube untuk saya tonton, ya, video itu bisa jadi ''insight'' saya ketika hendak menulis tentang problematika yang menimpa perempuan. Tapi mengenyahkan rasa mager adalah hal yang amat sulit, apalagi nulis bukan hal remeh-temeh bagi manusia macam saya yang pemalas. | ||