Rahima: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 617: | Baris 617: | ||
'''[4]''' Pendidikan PUP dikembangkan dengan Asumsi bahwa yang paling efektif berbicara tentang perempuan adalah perempuan itu sendiri karena mereka lah ’mengalami’ persoalan-persoalan perempuan secara langsung, dan karena itu dapat melihat persoalan perempuan dengan cara pandang perempuan. Ulama Perempuan efektif mengembangkan tafsir ajaran agama tentang perempuan dan persoalan-persoalan perempuan, dengan cara pandang perempuan. Banyak ajaran agama yang berkaitan dengan perempuan dan urusan perempuan bias laki-laki, karena ajaran agama diturunkan dari generasi ke genearsi oleh ulama laki-laki. Ajaran-ajaran menjadi tidak lengkap justeru karena mereka tidak mengalami sebagai perempuan (Helmi Ali (2010)). | '''[4]''' Pendidikan PUP dikembangkan dengan Asumsi bahwa yang paling efektif berbicara tentang perempuan adalah perempuan itu sendiri karena mereka lah ’mengalami’ persoalan-persoalan perempuan secara langsung, dan karena itu dapat melihat persoalan perempuan dengan cara pandang perempuan. Ulama Perempuan efektif mengembangkan tafsir ajaran agama tentang perempuan dan persoalan-persoalan perempuan, dengan cara pandang perempuan. Banyak ajaran agama yang berkaitan dengan perempuan dan urusan perempuan bias laki-laki, karena ajaran agama diturunkan dari generasi ke genearsi oleh ulama laki-laki. Ajaran-ajaran menjadi tidak lengkap justeru karena mereka tidak mengalami sebagai perempuan (Helmi Ali (2010)). | ||
== H. Video Profil Rahima == | == H. Video Profil Rahima == | ||
<youtube>epxjbnVu-_w</youtube> | |||
[[Kategori:Lembaga]] | [[Kategori:Lembaga]] | ||
[[Kategori:Jaringan]] | [[Kategori:Jaringan]] | ||