Jihad Akbar Perempuan Indonesia: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Setiap kali membaca maupun mendengarkan ikrar KUPI ini, dada ini terasa sesak dan mata terasa basah mengingat betapa perjuangan untuk mencapai ikrar ini, harus ditempu...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Setiap kali membaca maupun mendengarkan ikrar [[KUPI]] ini, dada ini terasa sesak dan mata terasa basah mengingat betapa perjuangan untuk mencapai ikrar ini, harus ditempuh dengan jihad akbar lahir batin, oleh mereka yang peduli dan menghargai perempuan. Selamat, teman-temanku, kakak-kakakku, dan guru-guruku, yang sudah berhasil menorehkan tinta sejarah bagi eksistensi keulamaan perempuan. | Setiap kali membaca maupun mendengarkan ikrar [[KUPI]] ini, dada ini terasa sesak dan mata terasa basah mengingat betapa perjuangan untuk mencapai ikrar ini, harus ditempuh dengan [[jihad]] akbar lahir batin, oleh mereka yang peduli dan menghargai perempuan. Selamat, teman-temanku, kakak-kakakku, dan guru-guruku, yang sudah berhasil menorehkan tinta sejarah bagi eksistensi keulamaan perempuan. | ||
Bangga dengan panjenengan Pak Kyai Husein Muhammad, Mbak Badariyah Fayumi Mbak AD Eridani, Kang Faqih Abdul Kodir, Mbak Ala'i Nadjib, Mbak Taty Krisnawati, Mbak Nani Zulminarni, Mbak Lies Marcoes, Kang Marzuki Wahid dan lain-lain. | Bangga dengan panjenengan Pak Kyai [[Husein Muhammad]], Mbak Badariyah Fayumi Mbak AD Eridani, Kang Faqih Abdul Kodir, Mbak Ala'i Nadjib, Mbak Taty Krisnawati, Mbak [[Nani Zulminarni]], Mbak [[Lies Marcoes]], Kang [[Marzuki Wahid]] dan lain-lain. | ||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
''(Dosen di STAIMAFA/Peserta KUPI dari Kajen Pati)'' | ''(Dosen di STAIMAFA/Peserta KUPI dari Kajen Pati)'' | ||
[[Kategori:Refleksi]] | |||
[[Kategori:Refleksi Kongres]] | |||
[[Kategori:Refleksi Kongres1]] | |||
Revisi per 24 Juli 2024 19.43
Setiap kali membaca maupun mendengarkan ikrar KUPI ini, dada ini terasa sesak dan mata terasa basah mengingat betapa perjuangan untuk mencapai ikrar ini, harus ditempuh dengan jihad akbar lahir batin, oleh mereka yang peduli dan menghargai perempuan. Selamat, teman-temanku, kakak-kakakku, dan guru-guruku, yang sudah berhasil menorehkan tinta sejarah bagi eksistensi keulamaan perempuan.
Bangga dengan panjenengan Pak Kyai Husein Muhammad, Mbak Badariyah Fayumi Mbak AD Eridani, Kang Faqih Abdul Kodir, Mbak Ala'i Nadjib, Mbak Taty Krisnawati, Mbak Nani Zulminarni, Mbak Lies Marcoes, Kang Marzuki Wahid dan lain-lain.
Penulis: Umdah el Baroroh
(Dosen di STAIMAFA/Peserta KUPI dari Kajen Pati)