Lompat ke isi

2020 Celoteh Ima: Islam itu Ramah Perempuan: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber |: |[https://swararahima.com/2022/02/07/cegah-kekerasan-ekstremisme/ Swara Rahima] |- |Judul Buku |: |'''Cegah Kekerasan Ekstremisme: Ma...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://swararahima.com/2022/02/07/cegah-kekerasan-ekstremisme/ Swara Rahima]
|[https://swararahima.com/2020/10/11/celoteh-ima/ Swara Rahima]
|-
|-
|Judul Buku
|Judul Buku
|:
|:
|'''[[Cegah Kekerasan Ekstremisme]]: Maqolah-Maqolah Kontra Narasi Alternatif [[Ulama Perempuan]] Rahima Seputar Isu [[Hijrah]], Nikah Anak, Niqob, [[Fitnah]] dan [[Poligami]].'''
|Celoteh Ima: Islam itu Ramah Perempuan
|-
|-
|Penulis
|Penyusun
|:
|:
| -
| Pera Sopariyanti, Andi Nur Faizah, Isthiqonita
|-
|-
|Editor
|Ilustrator
|:
|:
| -
| Ricky Priangga Subastiyan
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 23: Baris 23:
|Tahun Terbit
|Tahun Terbit
|:
|:
|Maret 2019
|Cetakan I: September 2020
|-
|-
|Halaman dan Dimensi
|Halaman dan Dimensi
|:
|:
|112 halaman
|40 halaman
|-
|-
|Akses Buku
|Akses Buku
|:
|:
|[https://swararahima.com/2022/02/07/cegah-kekerasan-ekstremisme/ Download]
|[https://swararahima.com/2020/10/11/celoteh-ima/ Download]
|}
|}
[[Berkas:Buku Cegah Kekerasan Ekstremisme.png|ka|nirbing]]
[[Berkas:Buku Celoteh Ima.jpg|ka|nirbing]]
Sejak 2005, Rahima telah mengembangkan pendidikan yang diperuntukkan khusus untuk Ulama Perempuan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi, antara lain agar otoritas ulama perempuan mendapat pengakuan dari masyarakat, agar istilah ulama tidak hanya merujuk pada satu jenis kelamin saja, pengetahuan ulama perempuan ternyata juga sangat mumpuni, dan kelebihannya adalah ulama perempuan lebih peduli pada persoalan riil yang dihadapi umatnya.
Buku celoteh Ima ini merupakan kumpulan komik yang ada di halaman belakang majalah Swara Rahima, sebuah media informasi rutin yang dikeluarkan Rahima sejak tahun 2001. Majalah ini merespon isu-isu perempuan baik secara sosial maupun politik dengan menggunakan pendekatan hak serta pemahaman agama (tafsir dan hadis) yang adil gender. Hingga tahun 2020, Rahima telah menerbitkan 57 edisi dengan tema mulai dari bagaimana pandangan Islam terhadap perempuan, hak berpolitik, hak pendidikan, hak kesehatan reproduski, hak terbebas dari berbagasi kekerasan baik di ranah privat maupun publik, hak bekerja, hak mendapatkan jaminan perlindungan dari perbudakan, larangan perkawinan anak, ulama perempuan, gerakan perempuan serta isu-isu perempuan lainnya yang menjadi tema hangat pada masanya. Selain itu majalah juga membahas bagaimana pelibatan laki-laki dalam melakukan pengasuhan, pelibatan laki-laki dalam perubahan di masyarakat yang adil dan setara, serta memotret peran [[tokoh]] agama dalam membangun keadilan dan kesetaraan dalam keluarga.


Hingga saat ini sudah ada 4 angkatan Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) yang pesertanya berasal dari pulau Jawa dan Madura; dan 2 kelas yang ada di DI Aceh. Kepada mereka, berbagai macam pengetahuan yang dapat digunakan ketika mereka melakukan dakwah bil hal, maupun dakwah bil lisan ditambah, seperti pengenalan pada perspektif Gender, perubahan sosial, analisis sosial, metodologi Keislaman dan Pengorganisasian. Dalam perjalanannya, Rahima secara khusus memberi perhatian pada wacana Keulamaan Perempuan ini, hingga ketika bentuk badan hukum Rahima berubah menjadi Perhimpunan, tema yang diusung “Ulama Perempuan untuk Kemaslahatan Manusia”.
Dari 57 edisi yang sudah terbit, kami hanya memilih 12 edisi majalah dengan mengambil tema yang tepat sesuai dengan kebutuhan informasi saat ini. Tema-tema yang dipilih terkait dengan membangun relasi dalam keluarga antara suami-istri serta orangtua-anak dalam membangun keluarga bahagia tanpa kekerasan. Selain itu, ada beberapa tema lain terkait dengan hak perempuan seperti peran perempuan dalam politik, partisipasi dalam pembangunan desa, perempuan bekerja, dan lain sebagainya. Mengingat rentang waktu lama dan style yang berbeda antar satu edisi celoteh Ima dengan edisi lainnya, maka kami melakukan penyesuaian mulai dari ilustrasi serta pesan yang disampaikan dengan menggunakan data dan informasi terbaru serta penyesuaian pesan Islam sebagai statement akhir Ima.


Isu fundamentalisme dan berkembangnya radikalisme keagamaan, merupakan salah satu isu yang dibahas pada tadarus PUP, khususnya ketika membahas tentang perubahan sosial. Tetapi memang sifatnya baru pada tahap pengenalan. Dalam perkembangannya, di berbagai forum forum Rahima, kedua isu ini mulai sering diungkap. Ini juga tak terlepas dari konteks nasional dimana kedua isu tersebut telah menjadi konsen negara. Rahima lalu memandang penting pengetahuan Ulama Perempuan atas kedua isu tersebut ditingkatkan. Terlebih mereka adalah tempat umat bertanya.
Buku komik celoteh Ima ini merupakan bagian kecil dari upaya yang dilakukan Rahima sebagai pusat pendidikan dan informasi Islam dan hak-hak perempuan. Buku ini menjadi bagian dari upaya Rahima dalam menyebarkan informasi Islam adil gender melalui media cetak. Selain buku komik, Rahima juga menerbitkan beragam buku cetalk lainnya seperti: majalah Swara Rahima, bukubuku, modul, suplemen, buletin, leaflet, sticker, dan lain sebagainya. Selain itu, Rahima juga menyediakan media online berupa website, Youtube, Facebook, Instagram, Twitter, dan Podcast.


Gayung bersambut, harapan Rahima untuk memberikan pendidikan kritis menggunakan perspektif gender dengan memperkenalkan upaya pencegahan radikalisme/ eksrimisme kepada ulama perempuan mitra Rahima yang berasal dari berbagai wilayah ini disambuat baik oleh WGWC, Working Group on Women and Countering/Preventing Violence Extremism, dimana Rahima menjadi salah satu anggotanya. Singkat cerita, disusunlah sejumlah kegiatan pendidikan.
Ala kulli hal, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para direktur Rahima sebelumnya yang juga sebagai pendiri yaitu Ibu [[Farha Ciciek]], KH. [[Husein Muhammad]], Bapak Syafiq Hasyim, dan Ibu AD Eridani, serta seluruh tim yang terlibat dalam proses lahirnya majalah Swara Rahima. Untuk semua team Rahima saat ini ada Andi Nur Faizah, Isthiqonita, Ricky Priangga Subastian, Binta Rati, M. Syafran, Gina Utami dan Kahfi, kami ucapkan terima kasih atas diskusi hangat di meja rapat yang menjadikan konten celoteh Ima menjadi isu penting yang selalu menarik kami diskusikan. Terakhir, kami ucapan terima kasih yang mendalam kepada Rutgers WPF Indonesia, Ibu Amala Rahman sebagai direktur serta seluh tim Prevention+ yang telah mendukung publikasi buku komik ini.


Setelah mengikuti Tadarus dan Halaqah yang tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang bersifat praktis bagi ulama perempuan dalam mengolah dan meramu wacana dan pengetahuan yang telah diperoleh terkait Fundamentalisme, Radikalisme dan Ekstrimisme, 25 Ulama Perempuan peserta pendidikan lalu diminta menyusun dan membangun kontra narasi melalui pesan singkat yang damai dan adil gender. Ada 5 isu yang ditulis oleh setiap peserta yakni: Niqab, Nikah Muda, Fitnah, Poligami dan Hijrah.
Semoga komik Ima ini bisa menjadi bacaan ringan keluarga dan mudah dipahami bagi siapapun yang ingin memahami nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, yang rahmatnya juga dirasakan oleh perempuan dalam kehidupannya sebagai manusia. Wallahu a’lamu bi as-shawab.


Dengan demikian ada 100 naskah kontra narasi produksi Ulama Perempuan Rahima yang berisi pesan damai dan adil gender. Keseluruhan naskah kemudian dikumpulkan ke dalam sebuah buku, yang harapannya dapat
''Wassalamu’alaikum Wr. Wb''


disebarkan ke berbagai kalangan.
Jakarta, 9 September 2020


Untuk terbitnya buku mungil ini, Rahima mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta Pendidikan Ulama Perempuan Rahima yang tidak saya sebutkan satu persatu, kepada mbak Sari dan tim di AIPJ2, kepada Ruby, Hanifah dan Yoyok di [[AMAN Indonesia]], juga kepada staf Badan Pelaksana baik yang masih aktif maupun sudah tidak aktif lagi: Nining, Adi, Fran, Binta, Anis, Andy.
'''Pera Sopariyanti (Direktur Rahima)'''
 
Untuk terbitnya buku mungil ini, Rahima mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta Pendidikan Ulama Perempuan Rahima yang tidak saya sebutkan satu persatu, kepada mbak Sari dan tim di AIPJ2, kepada Ruby, Hanifah dan Yoyok di AMAN Indonesia, juga kepada staf Badan Pelaksana baik yang masih aktif maupun sudah tidak aktif lagi: Nining, Adi, Fran, Binta, Anis, Andy.
 
Wassalam
 
Jakarta, 12 Pebruari 2019
 
'''AD Eridani (Direktur Rahima)'''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Buku dan Modul KUPI]]
[[Kategori:Buku dan Modul KUPI]]
[[Kategori:Buku KUPI]]
[[Kategori:Buku KUPI]]