Sejarah KUPI: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
|||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
[[Alimat]], sebuah perhimpunan para individu dan lembaga yang meyakini keadilan [[Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Islam|relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam]], juga memiliki inisiatif serupa sejak tahun 2009, walau dengan intensitas yang lebih kecil dibanding Rahima dan Fahmina. Berbagai lembaga dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Padang, Lampung, Banjarmasin, Jakarta, Banten, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Jombang, Makassar, dan Mataram Nusa Tenggara Barat, juga melakukan berbagai inisiatif serupa, dengan kekhasannya masing-masing, yang kemudian bermuara pada perhelatan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] yang pertama kali diadakan di Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy]] Cirebon pada tahun 2017. | [[Alimat]], sebuah perhimpunan para individu dan lembaga yang meyakini keadilan [[Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Islam|relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam]], juga memiliki inisiatif serupa sejak tahun 2009, walau dengan intensitas yang lebih kecil dibanding Rahima dan Fahmina. Berbagai lembaga dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Padang, Lampung, Banjarmasin, Jakarta, Banten, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Jombang, Makassar, dan Mataram Nusa Tenggara Barat, juga melakukan berbagai inisiatif serupa, dengan kekhasannya masing-masing, yang kemudian bermuara pada perhelatan [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] yang pertama kali diadakan di Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy]] Cirebon pada tahun 2017. | ||
== Inisiatif Kegiatan Kongres == | |||
Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang pertama tahun 2017 di Cirebon diselenggarakan atas inisiatif dan kerjasama tiga lembaga yang secara khusus memiliki perhatian pada [[Pengkaderan Ulama Perempuan|pengkaderan ulama perempuan]]. Yaitu Rahima, Fahmina, dan Alimat. Inisiatif awal datang dari Rahima saat dipimpin [[AD. Eridani]]. Ide awalnya adalah mengumpulkan para alumni Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) Rahima. Ide reuni alumni PUP ini, ketika digulirkan ke berbagai pihak, disambut antusias. Bahkan, banyak usulan agar memperlebar kepesertaan: tidak hanya untuk alumni PUP Rahima. | Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang pertama tahun 2017 di Cirebon diselenggarakan atas inisiatif dan kerjasama tiga lembaga yang secara khusus memiliki perhatian pada [[Pengkaderan Ulama Perempuan|pengkaderan ulama perempuan]]. Yaitu Rahima, Fahmina, dan Alimat. Inisiatif awal datang dari Rahima saat dipimpin [[AD. Eridani]]. Ide awalnya adalah mengumpulkan para alumni Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) Rahima. Ide reuni alumni PUP ini, ketika digulirkan ke berbagai pihak, disambut antusias. Bahkan, banyak usulan agar memperlebar kepesertaan: tidak hanya untuk alumni PUP Rahima. | ||
| Baris 24: | Baris 24: | ||
Sepulang dari rapat di Rahima, Kang Faqih menelpon Ibu Nyai Hj. [[Masriyah Amva]], pengasuh Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon, meyakinkanya untuk bersedia menjadi tempat perhelatan Kongres. Ibu Nyai bersedia dan tempat Kongres sudah bisa dipastikan. Pada rapat perdana di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy , Kang Faqih mengundang Dr. Adib wakil Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk hadir dan diminta kesediaanya untuk menyelenggarakan dan mendanai International Conference Ulama Perempuan. Sebagai santri alumni Babakan dan aktif di isu-isu keulamaan perempuan, Kang Adib bersedia mengambil peran tersebut, yang kemudian tanggung-jawab pelaksanaanya dipegang langsung oleh Dr. Septi Gumiandari, seorang akademisi cum-ulama perempuan dari Cirebon. | Sepulang dari rapat di Rahima, Kang Faqih menelpon Ibu Nyai Hj. [[Masriyah Amva]], pengasuh Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon, meyakinkanya untuk bersedia menjadi tempat perhelatan Kongres. Ibu Nyai bersedia dan tempat Kongres sudah bisa dipastikan. Pada rapat perdana di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy , Kang Faqih mengundang Dr. Adib wakil Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk hadir dan diminta kesediaanya untuk menyelenggarakan dan mendanai International Conference Ulama Perempuan. Sebagai santri alumni Babakan dan aktif di isu-isu keulamaan perempuan, Kang Adib bersedia mengambil peran tersebut, yang kemudian tanggung-jawab pelaksanaanya dipegang langsung oleh Dr. Septi Gumiandari, seorang akademisi cum-ulama perempuan dari Cirebon. | ||
== Kongres Pertama di Cirebon tahun 2017 == | |||
Cirebon dipilih sebagai tempat pertama Kongres KUPI, setidaknya karena tiga hal. ''Pertama'', karena ada Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy yang dipimpin seorang perempuan yang telah mendakwahkan keadilan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan hampir satu dekade ini. Pesantren ini, dengan segala keterbatasanya yang ada saat itu, bersedia menjadi tempat perhelatan Kongres. Sesuatu yang tidak mudah, saat itu, ditemukan yang bersedia. | Cirebon dipilih sebagai tempat pertama Kongres KUPI, setidaknya karena tiga hal. ''Pertama'', karena ada Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy yang dipimpin seorang perempuan yang telah mendakwahkan keadilan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan hampir satu dekade ini. Pesantren ini, dengan segala keterbatasanya yang ada saat itu, bersedia menjadi tempat perhelatan Kongres. Sesuatu yang tidak mudah, saat itu, ditemukan yang bersedia. | ||
| Baris 45: | Baris 45: | ||
Kegiatan-kegiatan Kongres pertama bisa dilihat di entri '''[[Proses Kongres]]''', sementara hasil-hasilnya bisa dikunjungi di entri '''[[Hasil Kongres]]'''. Ada juga entri-entri lain yang bisa dikunjungi untuk mengenali Kegiatan Kongres KUPI pertama ini secara lebih mendalam. Yaitu, '''[[Dokumen Kongres]]''' berisi dokumen-dokumen pendukung''', [[Refleksi Kongres]]''' berisi tuilsan-tulisan lepas paska kegiatan Kongres''', [[Diskursus Kongres]]''' berisi opini akademik''', [[Berita Kongres]]''' berisi berita-berita dari berbagai media tentang perhelatan Kongres''', dan [[Galeri Kongres]]''' berisi foto-foto kegiatan'''.''' | Kegiatan-kegiatan Kongres pertama bisa dilihat di entri '''[[Proses Kongres]]''', sementara hasil-hasilnya bisa dikunjungi di entri '''[[Hasil Kongres]]'''. Ada juga entri-entri lain yang bisa dikunjungi untuk mengenali Kegiatan Kongres KUPI pertama ini secara lebih mendalam. Yaitu, '''[[Dokumen Kongres]]''' berisi dokumen-dokumen pendukung''', [[Refleksi Kongres]]''' berisi tuilsan-tulisan lepas paska kegiatan Kongres''', [[Diskursus Kongres]]''' berisi opini akademik''', [[Berita Kongres]]''' berisi berita-berita dari berbagai media tentang perhelatan Kongres''', dan [[Galeri Kongres]]''' berisi foto-foto kegiatan'''.''' | ||
== Kongres Kedua di Jepara tahun 2022 == | |||
Kongres kedua KUPI diadakan pada bulan Nopember 2022 dan dipilih bertempat di Pesantren [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] Jepara. Pesantren ini dipilih karena dikembangkan dan diasuh secara bersama oleh suami istri, KH. Nuruddin Amin dan Ny. Hj. [[Hindun Anisah]]. Keduanya adalah ulama aktivis, yang sudah cukup lama menggeluti kerja-kerja gerakan sosial, terutama dalam mewujudkan keadilan relasi laki-laki dan perempuan. Sementara Konferensi Internasional diadakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Kegiatan Kongres kedua ini diselenggarakan oleh lima lembaga: Rahima, Fahmina, Alimat, Aman Indonesia, dan Jaringan Gusdurian. | Kongres kedua KUPI diadakan pada bulan Nopember 2022 dan dipilih bertempat di Pesantren [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] Jepara. Pesantren ini dipilih karena dikembangkan dan diasuh secara bersama oleh suami istri, KH. Nuruddin Amin dan Ny. Hj. [[Hindun Anisah]]. Keduanya adalah ulama aktivis, yang sudah cukup lama menggeluti kerja-kerja gerakan sosial, terutama dalam mewujudkan keadilan relasi laki-laki dan perempuan. Sementara Konferensi Internasional diadakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Kegiatan Kongres kedua ini diselenggarakan oleh lima lembaga: Rahima, Fahmina, Alimat, Aman Indonesia, dan Jaringan [[GUSDURian|Gusdurian]]. | ||
Deskripsi kegiatan-kegiatan Kongres kedua ini bisa dilihat di entri '''[[Proses Kongres 2]]''', sementara hasil-hasilnya bisa dikunjungi di entri '''[[Hasil Kongres 2]]'''. Ada juga entri-entri lain yang bisa dikunjungi untuk mengenali Kegiatan Kongres KUPI pertama ini secara lebih mendalam. Yaitu, '''[[Dokumen Kongres 2]]''' berisi dokumen-dokumen pendukung''', [[Refleksi Kongres 2]]''' berisi tuilsan-tulisan lepas paska kegiatan Kongres''', [[Diskursus Kongres 2]]''' berisi opini akademik''', [[Berita Kongres 2]]''' berisi berita-berita dari berbagai media tentang perhelatan Kongres''', dan [[Galeri Kongres 2]]''' berisi foto-foto kegiatan'''.''' | Deskripsi kegiatan-kegiatan Kongres kedua ini bisa dilihat di entri '''[[Proses Kongres 2]]''', sementara hasil-hasilnya bisa dikunjungi di entri '''[[Hasil Kongres 2]]'''. Ada juga entri-entri lain yang bisa dikunjungi untuk mengenali Kegiatan Kongres KUPI pertama ini secara lebih mendalam. Yaitu, '''[[Dokumen Kongres 2]]''' berisi dokumen-dokumen pendukung''', [[Refleksi Kongres 2]]''' berisi tuilsan-tulisan lepas paska kegiatan Kongres''', [[Diskursus Kongres 2]]''' berisi opini akademik''', [[Berita Kongres 2]]''' berisi berita-berita dari berbagai media tentang perhelatan Kongres''', dan [[Galeri Kongres 2]]''' berisi foto-foto kegiatan'''.''' | ||