2022 Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
k Agus Munawir memindahkan halaman 2022 Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan ke 2022 Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
''' | '''Informasi Buku:''' | ||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 7: | Baris 7: | ||
|Judul Buku | |Judul Buku | ||
|: | |: | ||
| | |Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan | ||
|- | |- | ||
| | |Penulis | ||
|: | | : | ||
|Abdul Rosyidi, [[Afwah Mumtazah]], Cecep Jayakarama, [[Dahliah]], Debbie Affianty, [[Fatmawati]], Haniah, Isti’anah, [[Khotimatul Husna]], [[Luluk Farida]], [[Muyassarotul Hafidzoh]], [[Neng Hannah]], Nur Afiyah, Nurun Sariyah, Silvia Rahmah, Ulya Izzati, Umdah El Baroroh, Wandi Isdiyanto, Zudi Rahmanto | |Abdul Rosyidi, [[Afwah Mumtazah]], Cecep Jayakarama, [[Dahliah]], Debbie Affianty, [[Fatmawati]], Haniah, Isti’anah, [[Khotimatul Husna]], [[Luluk Farida]], [[Muyassarotul Hafidzoh]], [[Neng Hannah]], Nur Afiyah, Nurun Sariyah, Silvia Rahmah, Ulya Izzati, Umdah El Baroroh, Wandi Isdiyanto, Zudi Rahmanto | ||
|- | |- | ||
|Editor | |Editor | ||
|: | |: | ||
|Andi Nur Faizah, Pera Sopariyanti | |Andi Nur Faizah, Pera Sopariyanti | ||
|- | |- | ||
| | |Tahun Terbit | ||
|: | | : | ||
| | |''Cetakan Pertama, Maret 2022'' | ||
|- | |- | ||
|Penerbit | |Penerbit | ||
|: | | : | ||
|[[Rahima]] | |[[Rahima]] | ||
|- | |- | ||
| | |Link Download | ||
|: | |: | ||
|[https://swararahima.com/2023/08/02/kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Download] | |[https://swararahima.com/2023/08/02/kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Download] | ||
|} | |}{{Infobox book|publisher=Rahima|image=Berkas:Buku Kumpulan Ayat dan Hadis.jpg|italic title=Tubuh, Seksualitas dan Kedaulatan Perempuan: Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda|isbn=-|pub_date=|pages=230 halaman {{!}} 12,5cm x 19cm|series=Cetakan Pertama, Maret 2022|notes=[https://swararahima.com/2023/08/02/kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Download Buku]}}[[Berkas:Buku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.jpg|ka|nirbing]] | ||
[[Berkas:Buku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.jpg|ka|nirbing]] | |||
''Alhamdulillah,'' puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt atas terbitnya buku “Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.” Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah untuk Rasulullah saw manusia agung yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam. | ''Alhamdulillah,'' puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt atas terbitnya buku “Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.” Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah untuk Rasulullah saw manusia agung yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam. | ||
Buku yang ada ditangan para pembaca ini merupakan upaya WGWC ''(Working Group on Women and Preventing/ Countering Violent Extremism)'' sebuah platform [[jaringan]] bagi masyarakat sipil dan pemerintahan yang bekerja untuk memperkuat pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) dalam kebijakan maupun intervensi penanggulangan radikalisme dan ekstremisme (terorisme) di Indonesia bekerja sama dengan Rahima. Sebagai sebuah jaringan, WGWC (lahir pada 24 Juli 2017) didedikasikan sebagai rumah bersama dari bagi 24 anggota jaringan yang bekerja dalam pengarusutamaan gender untuk pencegahan ekstremisme kekerasan. Sementara Rahima sebagai salah satu anggota WGWC yang fokus pada pendidikan dan informasi Islam dan hakhak perempuan di Indonesia termasuk memproduksi pengetahuan. Selama 22 tahun, Rahima telah bekerja melakukan penguatan dan perluasan ulama perempuan, dan [[tokoh]] agama baik yang ada di pesantren, pimpinan majelis taklim, dosen, dan para guru agama Islam. Ekstremisme kekerasan merupakan salah satu isu yang menguat, karena itu Rahima juga memberikan penguatan kepada para ulama perempuan, tokoh agama, dan guru-guru dalam upaya pencegahan dan melakukan kontra narasi. | Buku yang ada ditangan para pembaca ini merupakan upaya WGWC ''(Working Group on Women and Preventing/ Countering Violent Extremism)'' sebuah platform [[jaringan]] bagi masyarakat sipil dan pemerintahan yang bekerja untuk memperkuat pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) dalam kebijakan maupun intervensi penanggulangan radikalisme dan ekstremisme (terorisme) di Indonesia bekerja sama dengan Rahima. Sebagai sebuah jaringan, WGWC (lahir pada 24 Juli 2017) didedikasikan sebagai rumah bersama dari bagi 24 anggota jaringan yang bekerja dalam pengarusutamaan gender untuk pencegahan ekstremisme kekerasan. Sementara Rahima sebagai salah satu anggota WGWC yang fokus pada pendidikan dan informasi Islam dan hakhak perempuan di Indonesia termasuk memproduksi pengetahuan. Selama 22 tahun, Rahima telah bekerja melakukan penguatan dan perluasan [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]], dan [[tokoh]] agama baik yang ada di pesantren, pimpinan majelis taklim, dosen, dan para guru agama Islam. Ekstremisme kekerasan merupakan salah satu isu yang menguat, karena itu Rahima juga memberikan penguatan kepada para ulama perempuan, tokoh agama, dan guru-guru dalam upaya pencegahan dan melakukan kontra narasi. | ||
Buku ini hadir merespon kebutuhan salah satu anggota WGWC yang melakukan pendampingan kepada narapidana terorisme di [[Lembaga]] Pemasyarakatan (lapas). Mereka merasa gelisah karena salah satu temuannya adalah meski secara fisik para narapidana terorisme (napiter) dipenjara, namun mereka masih bisa memengaruhi para petugas lapas melalui ideologinya. Beberapa petugas lapas akhirnya mulai terpengaruh. Temuan ini juga dibenarkan oleh salah satu peserta perwakilan dari Dirjenpas pada acara FGD (Focus Group Discussion) untuk menggalang masukan dalam proses pembuatan buku saku. Karena itu, Rahima sebagai bagian dari lembaga anggota WGWC, mendapatkan mandat untuk membuat buku saku kontra narasi idiologi ekstrim sebagai pegangan bagi para petugas lapas. | Buku ini hadir merespon kebutuhan salah satu anggota WGWC yang melakukan pendampingan kepada narapidana terorisme di [[Lembaga]] Pemasyarakatan (lapas). Mereka merasa gelisah karena salah satu temuannya adalah meski secara fisik para narapidana terorisme (napiter) dipenjara, namun mereka masih bisa memengaruhi para petugas lapas melalui ideologinya. Beberapa petugas lapas akhirnya mulai terpengaruh. Temuan ini juga dibenarkan oleh salah satu peserta perwakilan dari Dirjenpas pada acara FGD (Focus Group Discussion) untuk menggalang masukan dalam proses pembuatan buku saku. Karena itu, Rahima sebagai bagian dari lembaga anggota WGWC, mendapatkan mandat untuk membuat buku saku kontra narasi idiologi ekstrim sebagai pegangan bagi para petugas lapas. | ||