Majalah Swara Rahima Edisi 24; Membangun Kesetaraan melalui Media Budaya: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 44: | Baris 44: | ||
'''Salam Redaksi''' | '''Salam Redaksi''' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Majalah]] | [[Kategori:Majalah]] | ||
[[Kategori:Majalah Swara Rahima]] | |||
Revisi terkini sejak 12 Maret 2026 12.29
Informasi Majalah:
| Sumber | : | Swara Rahima |
| Nama Majalah | : | Majalah Swara Rahima |
| Tema | : | Membangun Kesetaraan melalui Media Budaya |
| Seri | : | Nomor 24 Tahun VIII, April 2008 |
| Penerbit | : | Rahima |
| Link Download | : | Download |
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
| Seri | Nomor 24 Tahun VIII, April 2008 |
|---|---|
| Penerbit | Rahima |
| Download Majalah | |
Pembaca yang berbahagia…
Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin, segala puji hanya bagi Tuhan semesta alam, Allah swt. Selanjutnya, mari sejenak bershalawat salam teruntuk Nabi Muhammad saw. Allaahumma shallii wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa Aali Muhammad. Semoga kita menjadi umat yang selalu memperoleh pencerahan untuk mengenali ayat-ayat Ilahi, dalam membangun kesetaraan di muka bumi ini. Amin...
Sungguh, tak terkira rasa syukur kami saat naskah-naskah tulisan bertema Pendekatan Media Budaya bagi Kesetaraan ini akhirnya terkumpul di meja redaksi. Pilihan tema ini, tidak lain terdorong oleh harapan tentang adanya media budaya yang efektif untuk berbagi pemahaman dalam membangun ide kesetaraan di tengah masyarakat yang beragam. Di mana kreativitas media budaya ini, seperti film, lagu, drama, dan kesenian lain dapat menghadirkan nuansa tradisi Islam lokal seperti shalawatan, rebana, qasidah, dan marawis. Akan tetapi media-media tersebut tetap lantang berbicara tentang kesetaraan dalam derasnya arus budaya, dan semakin dapat diterima oleh banyak lapisan masyarakat.
Bermula dari harapan tersebut, Swara Rahima edisi ke 24 dalam Fokus coba mengupas pentingnya gerakan budaya, kesenian untuk membangun kesetaraan. Dalam rubrik Opini, dihadirkan tokoh perempuan, Debra H. Yatim, seorang aktivis perempuam yang banyak bersentuhan dengan kreativitas musik tradisional dan yang juga mengupayakan agar seni bisa menyuarakan kesetaraan. Masih dalam rubrik Opini juga, ditampilkan Nyai Hj. Shinto Nabilah, pembela hak perempuan yang mengasuh PP. Al-Hidayah Magelang, Jawa Tengah. Redaksi tertarik menampilkan sosok Nyai ini karena kepiawaiannya menggunakan kreativitas seni panggung sebagai media untuk menyisipkan ide kesetaraan.
Pembaca yang budiman…
Rubrik tematik seperti Akhwatuna, Tafsir Alquran, Dirasah Hadis, Fikrah, sampai dengan Refleksi tetap hadir pada edisi ini, seperti juga Teropong Dunia yang mengintip kreativitas kerja sebuah lembaga swadaya masyarakat di salah satu negara bagian negeri jiran. Adapun rubrik non tematik memuat Fikrah, Khasanah, Info, Cerpen, Tanya Jawab, Jaringan dan Kiprah. Rubrik yang disebutkan terakhir ini, sungguh sangat mengharukan dan membanggakan kami karena bercerita mengenai aktivitas pembacaan Swara Rahima yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda pada sebuah komunitas di Cianjur, Jawa Barat.
Untuk Suplemen, tampil karya Husnul Khatimah, alumni Madrasah Rahima tahun 2006-2007. Tulisannya bertemakan perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global, akibat aktivitas manusia dalam pembangunan industri. Tema ini semakin menarik ketika penulis mengurai benang merah tentang dampak pemanasan global terhadap perempuan, sebagai kelompok pertama yang bersentuhan dengan air, tanah, dan unsur Bumi lainnya.
Pada akhirnya, mudah-mudahan kehadiran Swara Rahima dan suplemen kali ini, yang ‘dibidani’ oleh redaktur pelaksana baru, Hafidzoh, mampu memberikan pencerahan, menambah kekuatan dalam hati, dan langkah kita untuk menyuarakan kesetaraan dan memuliakan kaum perempuan. Semoga.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., Selamat mengkaji.
Salam Redaksi