Majalah Swara Rahima Edisi 49; Memaknai Baligh; Cukupkah Sebatas Kematangan Biologis?: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 34: | Baris 34: | ||
Ulasan mendalam Edisi ke 49 yang membincang seputar ''“Baligh”'' akan menjadi sajian Redaksi kali ini. Selain di rubrik Fokus, juga pada wawancara Redaksi dengan 2 narasumber senior yakni Zoemrotin K. Soesilo, Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) yang mengajukan permohonan ''Judicial Review'' (JR) kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menaikkan usia minimum untuk menikah bagi perempuan dari 16 tahun ke 18 tahun, dan [[Lies Marcoes]] Natsir, aktivis muslimah dan peneliti tentang berbagai isu Kesehatan Reproduksi. Selain itu, tema-tema senada juga tersaji di berbagai karya Dian UH (Akhwatuna), Eka Julaiha (Refleksi), Daan Dini Khairunnida (Teropong), dan lain-lain. Yang baru dari edisi ini, adalah hadirnya Hj. [[Afwah Mumtazah]] dan ustadz Imam Nahe’i, yang melengkapi Tim Pengasuh rubrik Dirasah Hadis dan Tafsir Alquran. | Ulasan mendalam Edisi ke 49 yang membincang seputar ''“Baligh”'' akan menjadi sajian Redaksi kali ini. Selain di rubrik Fokus, juga pada wawancara Redaksi dengan 2 narasumber senior yakni Zoemrotin K. Soesilo, Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) yang mengajukan permohonan ''Judicial Review'' (JR) kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menaikkan usia minimum untuk menikah bagi perempuan dari 16 tahun ke 18 tahun, dan [[Lies Marcoes]] Natsir, aktivis muslimah dan peneliti tentang berbagai isu Kesehatan Reproduksi. Selain itu, tema-tema senada juga tersaji di berbagai karya Dian UH (Akhwatuna), Eka Julaiha (Refleksi), Daan Dini Khairunnida (Teropong), dan lain-lain. Yang baru dari edisi ini, adalah hadirnya Hj. [[Afwah Mumtazah]] dan ustadz Imam Nahe’i, yang melengkapi Tim Pengasuh rubrik Dirasah Hadis dan Tafsir Alquran. | ||
Cerpen Diah Rofika berjudul ''Hikmah di Balik Pusara Nita'', juga masih bertutur tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Sementara, suplemen kali ini kembali berkisah tentang warna-warni kehidupan remaja pesantren saat mereka mengikuti pendidikan kespro dan pertama kali mengenal ibukota pada salah satu ''event'' yang diikutinya. | Cerpen Diah Rofika berjudul ''Hikmah di Balik Pusara Nita'', juga masih bertutur tentang [[Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi|pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi]] bagi remaja. Sementara, suplemen kali ini kembali berkisah tentang warna-warni kehidupan remaja pesantren saat mereka mengikuti pendidikan kespro dan pertama kali mengenal ibukota pada salah satu ''event'' yang diikutinya. | ||
'''''Para pembaca yang tercinta…''''' | '''''Para pembaca yang tercinta…''''' | ||
| Baris 42: | Baris 42: | ||
''wassalam'' | ''wassalam'' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Majalah]] | [[Kategori:Majalah]] | ||
[[Kategori:Majalah Swara Rahima]] | |||