Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 55; Perempuan dan Pembangunan Desa: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 24: Baris 24:
|:
|:
|[https://swararahima.com/2019/06/06/edisi-55/ Download]
|[https://swararahima.com/2019/06/06/edisi-55/ Download]
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2019/06/06/edisi-55/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 55.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 55 Tahun XIX, Juni 2019|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 55|note=[https://swararahima.com/2019/06/06/edisi-55/ Download Majalah]}}Majalah Swara [[Rahima]] adalah media publikasi berkala dari Perhimpunan Rahima yang berfokus pada wacana Islam dan hak-hak perempuan, utamanya mengusung perspektif adil gender. Majalah ini menyajikan analisis, studi tafsir, dan hadis yang mendukung keadilan perempuan, serta memuat pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] di [[komunitas]].
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2019/06/06/edisi-55/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 55.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 55 Tahun XIX, Juni 2019|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 55|note=[https://swararahima.com/2019/06/06/edisi-55/ Download Majalah]}}Ramadan dan Idul Fitri telah terlewat. Rengginang dan ketupat telah habis terlahap. Kami segenap keluarga Redaksi Swara Rahima dan Perhimpunan Rahima menyampaikan selamat Idul Fitri meski terlambat.


Majalah ini menjadi sarana dialog dan edukasi mengenai posisi perempuan dalam Islam, sering kali melibatkan pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] sebagai pengasuh rubrik. Tulisan di dalamnya sering mengangkat tema Islam yang ramah terhadap perempuan dan menolak bias gender.
''Alhamdulillah'', Swara Rahima terbit kembali menyapa pembaca di edisi 55. Pada edisi ini, Swara Rahima secara khusus mengangkat tema Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa. UU Desa mengamanatkan terwujudnya kebijakan, alokasi anggaran, program kerja, dan pembangunan desa harus mengakomodir kebutuhan seluruh masyarakat, termasuk kebutuhan perempuan, anak, difabel dan kelompok rentan lainnya. Pada tahun 2019 ini, UU Desa memasuki usia kelima sejak diterbitkannya.


Dalam rangka meningkatkan pelayanan untuk mempercepat perwujudan kesejahteraan umum, partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam pembangunan desa. Perempuan harus terlibat aktif dalam pembangunan desa. Partisipasi perempuan bukan hanya semata­mata keterwakilan perempuan dalam pemerintahan desa sebagai bentuk ''afirmative action'', tetapi untuk mewujudkan kebijakan dan pembangunan yang sensitif pada kebutuhan perempuan dan anak.
Untuk melihat bagaimana implementasi UU Desa dan peran perempuan dalam pembangunan desa, Swara Rahima berhasil mewawancarai Wahyudi Anggoro Hadi, Kepala Desa Panggungharjo, yang berhasil membawa Panggungharjo sebagai salah satu desa terbaik di Indonesia. Kami juga berhasil berkorespodensi dengan Sopian Hadi, aktivis Damar Lampung, yang secara konsisten menjadi mendamping desa di area Lampung.
Dua rubrik khas Swara Rahima, Tafsir Al Quran dan Dirasah Hadis, membahas secara dalam bagaimana teks­teks agama membincang perempuan dan keterlibantannya di kerja­kerja di ruang publik. Pada rubrik Fikrah, Swara Rahima menurunkan tulisan tentang gagasan Sattar Edhi, pejuang kemanusiaan asal Pakistan, yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk kesehatan kaum papa, dan terutama adalah perempuan.
Secara apik di rubrik Teropong Dunia, [[AD. Kusumaningtyas]] membincang Jacinda Kate Laurell Ardern, Perdana Menteri New Zealand, yang berhasil mencuri perhatian khalayak dunia atas simpati dan penanganannya atas kasus teror yang terjadi di masjid Al Noor dan asjid Linwood di Kota Christchurch. Yang tentu tak boleh dilewatkan adalah gagasan [[mubadalah]] oleh Kiai Faqih yang tertuang dalam buku Qiraah Mubadalah. Hilda, mahasiswi UMJ, memberikan gambaran bagaimana qiraah mubadalah beroperasi dalam melahirkan penafsiran teks­teks agama yang ramah terhadap perempuan.
Swara Rahima 55 juga memperkenalkan tim baru di Perhimpunan Rahima. Pera Sopariyanti secara resmi menahkodai Rahima untuk berlayar dalam rangka ikhtiar mewujudkan masyarakat yang adil dan setara.
Terakhir, salam hangat dari redaksi untuk seluruh kontributor Swara Rahima, mitra dan [[jaringan]] yang selama ini telah membantu dan tumbuh bersama Rahima.
'''''Redaksi.'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah]]