Majalah Swara Rahima Edisi 61; Hentikan Femisida, Lindungi Perempuan!: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 24: | Baris 24: | ||
|: | |: | ||
|[https://swararahima.com/2024/09/27/majalah-swara-rahima-edisi-61/ Download] | |[https://swararahima.com/2024/09/27/majalah-swara-rahima-edisi-61/ Download] | ||
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2024/09/27/majalah-swara-rahima-edisi-61/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 61.jpg|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 61 Tahun MMXXIV, Agustus 2024|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 61|note=[https://swararahima.com/2024/09/27/majalah-swara-rahima-edisi-61/ Download Majalah]}} | |}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2024/09/27/majalah-swara-rahima-edisi-61/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 61.jpg|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 61 Tahun MMXXIV, Agustus 2024|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 61|note=[https://swararahima.com/2024/09/27/majalah-swara-rahima-edisi-61/ Download Majalah]}}'''''Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…''''' | ||
''Alhamdulillah,'' puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt, majalah Swara Rahima edisi 61 ini telah terbit. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan pada junjungan kita, baginda Rasulullah saw, yang telah menghapus berbagai [[tradisi]] tidak beradab yang disematkan terhadap perempuan. | |||
Islam sebagai agama yang dirisalahkan oleh Nabi saw memandang setiap nyawa manusia adalah berharga dan harus dilindungi, termasuk nyawa perempuan. Namun faktanya kekerasan terhadap perempuan yang berujung pembunuhan terus terjadi dan masih belum mendapat perhatian khusus. Oleh sebab itu, majalah Swara Rahima edisi 61 ini akan membahas Hentikan Femisida, Lindungi Perempuan! | |||
Kajian mendalam terkait darurat femisida dibahas pada Rubrik Fokus. Rubrik opini, redaksi mewawancarai Nur Rofi’ah tentang ''honor killing'' dalam perspektif keadilan hakiki dan [[Yuniyanti Chuzaifah]] mengenai femisida dalam perspektif hak asasi perempuan dan hukum. Pembahasan femisida juga dilengkapi di dalam dua rubrik khas Rahima, yakni Tafsir Alquran dan Dirasah Hadis. | |||
'''''Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…''''' | |||
Rubrik Akhwatuna tertuang pengalaman Gerakan Masyarakat Pedesaan Lumajang (GemaPalu), sebagai organisasi berbasis [[komunitas]] yang memberdayakan masyarakat desa. Dalam Rubrik Profil, ada kisah sosok ulama perempuan muda dari Bekasi, Siti Nurkholilah yang aktif dalam menyuarakan hak-hak perempuan di [[lembaga]] pendidikan Islam. Selain itu, Rubrik [[Jaringan]] mengangkat komunitas Swara Saudari asal Purwakarta yang secara aktif melakukan edukasi dan advokasi terkait kekerasan seksual kepada perempuan muda. Dalam Rubrik Teropong Dunia, tertulis kelompok perempuan di Palestina bernama Women of The Sun, yang bergerak untuk perdamaian agar konflik maupun genosida dapat dihentikan. | |||
Adapun rubrik fikrah diisi oleh Bilquis Edhi seorang perempuan dermawan dari Pakistan yang menyelamatkan ribuan bayi terlantar. Ulasan mengenai buku yang berjudul Dari Rahim Ini Aku Bicara, yang mengkritik kuasa laki-laki atas tubuh perempuan tertuang dalam Rubrik [[Khazanah]]. Kemudian, ada dua Rubrik Kiprah yang memberitakan tentang pengaderan ulama perempuan di Jawa Te– ngah, serta pendampingan penyusunan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di pesantren. Penghujung rubrik ditutup dengan refleksi Anirotul Munawwaroh sebagai ulama perempuan yang melakukan pengorganisasian terhadap perempuan disabilitas. | |||
Akhir kata, kami berharap majalah Swara Rahima dapat menjadi bacaan maupun rujukan bagi para pembaca guna membangun wacana keagamaan yang adil dan setara. Selamat membaca. | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]] | [[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]] | ||
[[Kategori:Majalah]] | [[Kategori:Majalah]] | ||
Revisi per 23 Februari 2026 11.39
Informasi Majalah:
| Sumber | : | Swara Rahima |
| Nama Majalah | : | Majalah Swara Rahima |
| Tema | : | Hentikan Femisida, Lindungi Perempuan! |
| Seri | : | Nomor 61 Tahun MMXXIV, Agustus 2024 |
| Penerbit | : | Rahima |
| Link Download | : | Download |
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
| Judul | Majalah Swara Rahima Edisi 61 |
|---|---|
| Seri | Nomor 61 Tahun MMXXIV, Agustus 2024 |
| Penerbit | Rahima |
| Download Majalah | |
Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt, majalah Swara Rahima edisi 61 ini telah terbit. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan pada junjungan kita, baginda Rasulullah saw, yang telah menghapus berbagai tradisi tidak beradab yang disematkan terhadap perempuan.
Islam sebagai agama yang dirisalahkan oleh Nabi saw memandang setiap nyawa manusia adalah berharga dan harus dilindungi, termasuk nyawa perempuan. Namun faktanya kekerasan terhadap perempuan yang berujung pembunuhan terus terjadi dan masih belum mendapat perhatian khusus. Oleh sebab itu, majalah Swara Rahima edisi 61 ini akan membahas Hentikan Femisida, Lindungi Perempuan!
Kajian mendalam terkait darurat femisida dibahas pada Rubrik Fokus. Rubrik opini, redaksi mewawancarai Nur Rofi’ah tentang honor killing dalam perspektif keadilan hakiki dan Yuniyanti Chuzaifah mengenai femisida dalam perspektif hak asasi perempuan dan hukum. Pembahasan femisida juga dilengkapi di dalam dua rubrik khas Rahima, yakni Tafsir Alquran dan Dirasah Hadis.
Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…
Rubrik Akhwatuna tertuang pengalaman Gerakan Masyarakat Pedesaan Lumajang (GemaPalu), sebagai organisasi berbasis komunitas yang memberdayakan masyarakat desa. Dalam Rubrik Profil, ada kisah sosok ulama perempuan muda dari Bekasi, Siti Nurkholilah yang aktif dalam menyuarakan hak-hak perempuan di lembaga pendidikan Islam. Selain itu, Rubrik Jaringan mengangkat komunitas Swara Saudari asal Purwakarta yang secara aktif melakukan edukasi dan advokasi terkait kekerasan seksual kepada perempuan muda. Dalam Rubrik Teropong Dunia, tertulis kelompok perempuan di Palestina bernama Women of The Sun, yang bergerak untuk perdamaian agar konflik maupun genosida dapat dihentikan.
Adapun rubrik fikrah diisi oleh Bilquis Edhi seorang perempuan dermawan dari Pakistan yang menyelamatkan ribuan bayi terlantar. Ulasan mengenai buku yang berjudul Dari Rahim Ini Aku Bicara, yang mengkritik kuasa laki-laki atas tubuh perempuan tertuang dalam Rubrik Khazanah. Kemudian, ada dua Rubrik Kiprah yang memberitakan tentang pengaderan ulama perempuan di Jawa Te– ngah, serta pendampingan penyusunan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di pesantren. Penghujung rubrik ditutup dengan refleksi Anirotul Munawwaroh sebagai ulama perempuan yang melakukan pengorganisasian terhadap perempuan disabilitas.
Akhir kata, kami berharap majalah Swara Rahima dapat menjadi bacaan maupun rujukan bagi para pembaca guna membangun wacana keagamaan yang adil dan setara. Selamat membaca.