Suplemen Swara Rahima Edisi 26; Menilai Kawin Paksa: Perspektif Fiqh dan Perlindungan Anak: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Informasi Suplemen:''' {| |Sumber |: |[https://swararahima.com/2019/06/07/edisi-55-2/ Swara Rahima] |- |Tema |: |Islam Menolak Kekerasan terhadap Perempuan |- |Penu...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https://swararahima.com/ | |[https://swararahima.com/2008/06/07/edisi-26/ Swara Rahima] | ||
|- | |- | ||
|Tema | |Tema | ||
|: | |: | ||
| | |Menilai Kawin Paksa: Perspektif [[Fiqh]] dan Perlindungan Anak | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Vera Sofariyanti | ||
|- | |- | ||
|Editor | |Editor | ||
| Baris 19: | Baris 19: | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
|Edisi | |Edisi 26 | ||
|- | |- | ||
|Penerbit | |Penerbit | ||
| Baris 27: | Baris 27: | ||
|Link Download | |Link Download | ||
| : | | : | ||
|[https://swararahima.com/ | |[https://swararahima.com/2008/06/07/edisi-26/ Download] | ||
|}{{Infobox book|publisher=Rahima|image=Berkas: | |}{{Infobox book|publisher=Rahima|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Suplemen Swara Rahima Edisi 26|isbn=|cover_artist=|series=Edisi 26|title_orig=Suplemen Swara Rahima Edisi 26|note=[https://swararahima.com/2008/06/07/edisi-26/ Download Suplemen]}}Kekerasan terhadap anak semakin marak terjadi. Tidak sedikit pemberitaan di media tentang perilaku kekerasan dengan korbannya seorang anak. Motif dan modusnya bisa beraneka ragam. Baik berupa kekerasan fisik maupun mental-pisikis. Ironisnya pelaku kekerasan terhadap anak ini biasanya adalah orang terdekat dengan korban, baik saudara, teman, tetangga atau bahkan orang tua sendiri. Biasanya mereka berdalih atas dasar kasih sayang akan tetapi berujung pada penderitaan si anak. Seringkali orang tua melakukan kekerasan misalnya karena merasa memiliki sang anak. Rasa kepemilikan itu membuatnya memperlakukan anaknya semena-mena, tanpa melihat efek negatif yang ditimbulkan. Bahkan hingga merampas kebebasan sang anak untuk memilih pasangan hidup sendiri. | ||
Salah satu bentuk kasus kekerasan terhadap anak adalah perjodohan paksa. Efek tindakan ini dapat lebih parah ketimbang kekerasan fisik. Walaupun terkadang kawin paksa berakhir dengan ''happy ending'' berupa kebahagiaan rumah tangga, namun tidak sedikit yang berimbas pada ketidakharmonisan atau perceraian. Itu semua akibat ikatan perkawinan yang tidak dilandasi cinta kasih, namun berangkat dari keterpaksaan semata. | |||
Kampanye perlindungan anak memang mulai gencar dilakukan. Hal ini berangkat dari kesadaran pentingnya menjaga maupun memelihara anak sebagai tunas bangsa. Di tangan merekalah terletak masa depan bangsa. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kehidupan mereka. | |||
Tulisan ini berusaha mengakaji problematika nikah paksa melalui perspektif agama ''(fiqh)'', maupun aspek legal-formal di Indonesia. Pemahaman yang progresif terhadap teks-teks agama, didukung oleh payung hukum legalformal, serta proses penyadaran terus menerus di tengah-tengah masyarakat, diharapkan mampu mencegah terjadinya praktik-praktik nikah paksa yang merugikan masa depan seorang anak sebagai tunas bangsa. | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]] | [[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]] | ||
[[Kategori:Suplemen]] | [[Kategori:Suplemen]] | ||