Majalah Swara Rahima Edisi 05; Meniti Jejak-Jejak Seksualitas Perempuan dalam Tradisi Islam: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Majalah:''' | [[Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 05.png|kiri|nirbing|478x478px]] | ||
'''<u>Informasi Majalah:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 8: | Baris 9: | ||
|: | |: | ||
|Majalah Swara [[Rahima]] | |Majalah Swara [[Rahima]] | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
| Baris 22: | Baris 19: | ||
|- | |- | ||
|Link Download | |Link Download | ||
| : | | : | ||
|[https://swararahima.com/2002/07/05/edisi-5/ Download] | |[https://swararahima.com/2002/07/05/edisi-5/ Download] | ||
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | |}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | ||
'''''Pembaca yang budiman,''''' | |||
Salam jumpa. Harapan kami semoga anda sekalian selalu berada dalam kondisi sehat wal afiat. Amin. Swara Rahima kembali hadir dengani mengangkat tema yang masih terbilang “asing” dan kontroversial, yakni masalah seksualitas, khususnya seksualitas perempuan. Bukan kebetulan kalau tema ini yang dipilih sebagai fokus Swara Rahima edisi ini. Sejak era reformasi, masalah seksualitas menjadi isu menonjol. Hal ini dengan mudah dapat diamati pada beberapa fenomena yang mengemuka di hadapan publik. Mulai dari kebebasan pers yang telah dimanfaatkan oleh beberapa kalangan untuk membuat media yang membombardir sensualitas perempuan (dan menjurus ke pornografi) hingga kecenderungan beberapa kelompok Islam untuk main hakim sendiri melalui tindak penyerangan dan atau pembakaran lokalisasi pelacuran, pangkas paksa rambut perempuan yang tidak berjilbab, perobekan pakaian perempuan yang dianggap ''seksi'', “parade” penzina dan lain-lain. | Salam jumpa. Harapan kami semoga anda sekalian selalu berada dalam kondisi sehat wal afiat. Amin. Swara Rahima kembali hadir dengani mengangkat tema yang masih terbilang “asing” dan kontroversial, yakni masalah seksualitas, khususnya seksualitas perempuan. Bukan kebetulan kalau tema ini yang dipilih sebagai fokus Swara Rahima edisi ini. Sejak era reformasi, masalah seksualitas menjadi isu menonjol. Hal ini dengan mudah dapat diamati pada beberapa fenomena yang mengemuka di hadapan publik. Mulai dari kebebasan pers yang telah dimanfaatkan oleh beberapa kalangan untuk membuat media yang membombardir sensualitas perempuan (dan menjurus ke pornografi) hingga kecenderungan beberapa kelompok Islam untuk main hakim sendiri melalui tindak penyerangan dan atau pembakaran lokalisasi pelacuran, pangkas paksa rambut perempuan yang tidak berjilbab, perobekan pakaian perempuan yang dianggap ''seksi'', “parade” penzina dan lain-lain. | ||