Majalah Swara Rahima Edisi 20; Islam Menolak Kekerasan terhadap Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Majalah:''' | [[Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 20.png|kiri|nirbing|484x484px]] | ||
'''<u>Informasi Majalah:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 8: | Baris 9: | ||
|: | |: | ||
|[[Majalah Swara Rahima]] | |[[Majalah Swara Rahima]] | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
| Baris 24: | Baris 21: | ||
|: | |: | ||
|[https://swararahima.com/2007/04/05/edisi-20-2/ Download] | |[https://swararahima.com/2007/04/05/edisi-20-2/ Download] | ||
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | |}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | ||
'''''Pembaca setia Swara Rahima…''''' | |||
Alhamdulillah, tanpa terasa Swara Rahima (SR) telah hadir menemani anda semua hingga edisi ke-20. Perjalanan yang penuh tantangan, namun juga melegakan karena kami telah melewati beragam masa ujian. Angka 20 memang bukanlah angka sakral yang memiliki 'magnitude' tertentu. Namun, bagi redaksi, nomor ini telah memancarkan spirit dan tekad untuk selalu hadir di tengah pembaca sekalian. Tak ingin bernasib sama seperti banyak media lainnya yang sekali berarti sesudah itu mati, kami berharap dapat selalu terbit bagaikan semboyan RRI "Sekali mengudara, tetap di udara ". Sekadar untuk "merayakan" perasaan istimewa ini, Swara Rahima kali ini menyajikan format yang lebih tebal dari biasanya serta mengundang komentar dari berbagai kalangan pembaca untuk memberikan kritik, saran dan masukan. Syukran katsira, terima kasih yang tak terhingga kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam hal ini. | Alhamdulillah, tanpa terasa Swara Rahima (SR) telah hadir menemani anda semua hingga edisi ke-20. Perjalanan yang penuh tantangan, namun juga melegakan karena kami telah melewati beragam masa ujian. Angka 20 memang bukanlah angka sakral yang memiliki 'magnitude' tertentu. Namun, bagi redaksi, nomor ini telah memancarkan spirit dan tekad untuk selalu hadir di tengah pembaca sekalian. Tak ingin bernasib sama seperti banyak media lainnya yang sekali berarti sesudah itu mati, kami berharap dapat selalu terbit bagaikan semboyan RRI "Sekali mengudara, tetap di udara ". Sekadar untuk "merayakan" perasaan istimewa ini, Swara Rahima kali ini menyajikan format yang lebih tebal dari biasanya serta mengundang komentar dari berbagai kalangan pembaca untuk memberikan kritik, saran dan masukan. Syukran katsira, terima kasih yang tak terhingga kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam hal ini. | ||