Panduan Aksesibilitas Konten Media Sosial: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 20: | Baris 20: | ||
Dalam panduan ini, kami masih spesifik pada informasi digital di media sosial saja. Panduan ini disusun berdasarkan pola umum konten media sosial yang selama kita gunakan, seperti Facebook, Instagram, X, LinkedIn, dan Threads. | Dalam panduan ini, kami masih spesifik pada informasi digital di media sosial saja. Panduan ini disusun berdasarkan pola umum konten media sosial yang selama kita gunakan, seperti Facebook, Instagram, X, LinkedIn, dan Threads. | ||
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]] | [[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]] | ||
[[Kategori:Buku dan Modul Kupibilitas]] | |||
[[Kategori:Buku Kupibilitas]] | [[Kategori:Buku Kupibilitas]] | ||
Revisi terkini sejak 10 April 2026 17.19
| Sumber | : | Subdirektorat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya |
| Tahun | : | 2024 |
| Penulis | : | - |
| Penerbit | : | Subdirektorat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya |
| Judul | Panduan Aksesibilitas Konten Media Sosial |
|---|---|
| Penulis | - |
| Desain cover | - |
| Penerbit | Subdirektorat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya |
Tahun terbit | 2024 |
| ISBN | - |
Kecepatan perkembangan teknologi informasi kadang mengesampingkan hak akses penyandang disabilitas terhadap informasi tersebut. Sedangkan hak untuk mengakses informasi sejatinya dijamin undang-undang dan kewajiban pengelola seharusnya dapat tersambung dengan pehamanan yang baik terhadap penyediaan akses tersebut.
Dalam panduan ini, kami masih spesifik pada informasi digital di media sosial saja. Panduan ini disusun berdasarkan pola umum konten media sosial yang selama kita gunakan, seperti Facebook, Instagram, X, LinkedIn, dan Threads.