Catatan Tahunan Formasi Disabilitas 2024-2025; Kesenjangan Regulasi dan Implementasi Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Indonesia: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
|||
| Baris 4: | Baris 4: | ||
|: | |: | ||
|[https://formasidisabilitas.id/2025/12/catatan-tahunan-iii-formasi-disabilitas/ Formasi Disabilitas] | |[https://formasidisabilitas.id/2025/12/catatan-tahunan-iii-formasi-disabilitas/ Formasi Disabilitas] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
| Baris 33: | Baris 29: | ||
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Forum Masyarakat Pemantau untuk Indonesia Inklusif Disabilitas (FORMASI Disabilitas) kembali menerbitkan Catatan Tahunan (CATAHU) Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas untuk periode pemantauan tahun 2024–2025. Ini merupakan terbitan ketiga yang secara konsisten disusun FORMASI Disabilitas sebagai upaya memperkuat pemantauan independen atas pelaksanaan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) dan kebijakan nasional terkait pemenuhan hak disabilitas. | Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Forum Masyarakat Pemantau untuk Indonesia Inklusif Disabilitas (FORMASI Disabilitas) kembali menerbitkan Catatan Tahunan (CATAHU) Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas untuk periode pemantauan tahun 2024–2025. Ini merupakan terbitan ketiga yang secara konsisten disusun FORMASI Disabilitas sebagai upaya memperkuat pemantauan independen atas pelaksanaan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) dan kebijakan nasional terkait pemenuhan hak disabilitas. | ||
CATAHU 2024–2025 memuat enam belas sektor. Setiap sektor dianalisis berdasarkan kerangka indikator struktur, proses, dan hasil. Sehingga memberikan gambaran utuh mengenai kesenjangan kebijakan, capaian, serta tantangan nyata yang masih dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia. | CATAHU 2024–2025 memuat enam belas sektor. Setiap sektor dianalisis berdasarkan kerangka indikator struktur, proses, dan hasil. Sehingga memberikan gambaran utuh mengenai kesenjangan kebijakan, capaian, serta tantangan nyata yang masih dihadapi [[Penyandang Disabilitas di Indonesia|penyandang disabilitas di Indonesia]]. | ||
Proses penyusunan CATAHU dimulai dengan pelaksanaan survei nasional pada Desember 2024 yang melibatkan 536 responden penyandang disabilitas di 32 provinsi. Survei ini terlaksana atas dukungan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program INKLUSI, serta program Gerakan Optimalisasi Organisasi Difabel yang dijalankan SIGAB dengan dukungan CBM. Temuan survei kemudian diperdalam melalui Diskusi Terfokus pada 21 Agustus 2025 yang menghadirkan perwakilan kementerian/lembaga. FGD ini didukung oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB Indonesia) melalui Program INKLUSI, yang selama ini menjadi mitra penting dalam memperkuat ekosistem advokasi hak penyandang disabilitas. | Proses penyusunan CATAHU dimulai dengan pelaksanaan survei nasional pada Desember 2024 yang melibatkan 536 responden penyandang disabilitas di 32 provinsi. Survei ini terlaksana atas dukungan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program INKLUSI, serta program Gerakan Optimalisasi Organisasi Difabel yang dijalankan SIGAB dengan dukungan CBM. Temuan survei kemudian diperdalam melalui Diskusi Terfokus pada 21 Agustus 2025 yang menghadirkan perwakilan kementerian/lembaga. FGD ini didukung oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB Indonesia) melalui Program INKLUSI, yang selama ini menjadi mitra penting dalam memperkuat ekosistem advokasi hak penyandang disabilitas. | ||
Revisi per 14 Maret 2026 08.50
Informasi Buku:
| Sumber | : | Formasi Disabilitas |
| Penulis | : | TIM |
| Editor | : | - |
| Penerbit | : | Formasi Disabilitas |
| Tahun Terbit | : | Desember 2025 |
| Link Download | : | Download |
| Judul | Catatan Tahunan Formasi Disabilitas 2024-2025; Kesenjangan Regulasi dan Implementasi Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Indonesia |
|---|---|
| Download Catatan Tahunan Formasi Disabilitas 2024-2025 | |
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Forum Masyarakat Pemantau untuk Indonesia Inklusif Disabilitas (FORMASI Disabilitas) kembali menerbitkan Catatan Tahunan (CATAHU) Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas untuk periode pemantauan tahun 2024–2025. Ini merupakan terbitan ketiga yang secara konsisten disusun FORMASI Disabilitas sebagai upaya memperkuat pemantauan independen atas pelaksanaan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) dan kebijakan nasional terkait pemenuhan hak disabilitas.
CATAHU 2024–2025 memuat enam belas sektor. Setiap sektor dianalisis berdasarkan kerangka indikator struktur, proses, dan hasil. Sehingga memberikan gambaran utuh mengenai kesenjangan kebijakan, capaian, serta tantangan nyata yang masih dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia.
Proses penyusunan CATAHU dimulai dengan pelaksanaan survei nasional pada Desember 2024 yang melibatkan 536 responden penyandang disabilitas di 32 provinsi. Survei ini terlaksana atas dukungan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program INKLUSI, serta program Gerakan Optimalisasi Organisasi Difabel yang dijalankan SIGAB dengan dukungan CBM. Temuan survei kemudian diperdalam melalui Diskusi Terfokus pada 21 Agustus 2025 yang menghadirkan perwakilan kementerian/lembaga. FGD ini didukung oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB Indonesia) melalui Program INKLUSI, yang selama ini menjadi mitra penting dalam memperkuat ekosistem advokasi hak penyandang disabilitas.
Selain survei dan diskusi, tim penulis melakukan penelaahan komprehensif terhadap berbagai regulasi, laporan resmi pemerintah, dokumen anggaran, studi akademik, dan publikasi media. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap temuan dalam CATAHU memiliki dasar yang kuat, terverifikasi, dan relevan dengan dinamika kebijakan di tingkat nasional maupun daerah.
Tersusunnya CATAHU 2024–2025 merupakan hasil kolaborasi banyak pihak: anggota FORMASI Disabilitas dari 30 provinsi, para penulis dan analis, lembaga mitra, serta jaringan organisasi penyandang disabilitas yang berkontribusi dalam penyediaan data, masukan, maupun verifikasi temuan. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pusat Rehabilitasi YAKKUM, SIGAB Indonesia, Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan para pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga yang turut memperkaya proses penyusunan laporan ini.
Kami berharap CATAHU 2024–2025 dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, dan seluruh pihak yang berkomitmen memajukan inklusi. Semoga rekomendasi yang tersaji di dalamnya dapat mendorong langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kebijakan, memperkuat layanan, dan memastikan penyandang disabilitas menikmati hak-haknya secara setara di semua aspek kehidupan.
Nur Syarif Ramadhan
Eksekutif Nasional FORMASI Disabilitas