Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 02 Jangan Coba-coba Menyebarkan Islam dengan Cara-cara yang Ditempuh Negara Lain: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 28: | Baris 28: | ||
|: | |: | ||
|[https://drive.google.com/file/d/1Z7-URaR5NyuI7jGDL0RqZpvcEnuTXndx/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | |[https://drive.google.com/file/d/1Z7-URaR5NyuI7jGDL0RqZpvcEnuTXndx/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
|}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov2).jpg|italic title=Volume VII Tahun 2008; Edisi 02|title_orig= | |}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov2).jpg|italic title=Volume VII Tahun 2008; Edisi 02|title_orig=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1Z7-URaR5NyuI7jGDL0RqZpvcEnuTXndx/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 2]}}Perkembangan Islam di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari maju mundurnya pendidikan pesantren. Pondok pesantren adalah ciri khas pendidikan Islam di Indonesia. Dalam banyak hal, ia adalah penentu kuat dan lemahnya Islam di negeri ini. Islam adalah agama kaafah (sempurna), tetapi bukan berarti Islam di satu tempat dan tempat lainnya haruslah sama. Makanya jangan coba-coba menyebarkan Islam dengan cara-cara yang sama dengan cara yang ditempuh negara-negara lain. | ||
Sekali lagi, ciri khas Islam Indonesia adalah pesantren. Lihat berapa ratus tahun dinasti Mughol di India, tetapi kerajaan ini tidak berhasil menjadikan Islam di sana menjadi mayoritas. Tetapi di Indonesia, tanpa melalui perang dan paksaan, orang-orang masuk Islam. Mereka ini yadkhuluna fi dinillahi afwaja. | Sekali lagi, ciri khas Islam Indonesia adalah pesantren. Lihat berapa ratus tahun dinasti Mughol di India, tetapi kerajaan ini tidak berhasil menjadikan Islam di sana menjadi mayoritas. Tetapi di Indonesia, tanpa melalui perang dan paksaan, orang-orang masuk Islam. Mereka ini yadkhuluna fi dinillahi afwaja. | ||