Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 14 Indonesia dan Kearifan Lokal (Upacara Adat Kawin Cai Masyarakat Babakan Mulya): Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 28: | Baris 28: | ||
|: | |: | ||
|[https://drive.google.com/file/d/1ZtiYNliWta-01P7-0xddwi_3AyfXTDXk/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | |[https://drive.google.com/file/d/1ZtiYNliWta-01P7-0xddwi_3AyfXTDXk/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
|}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov14).jpg|italic title=Volume VII Tahun 2008; Edisi 14|title_orig= | |}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov14).jpg|italic title=Volume VII Tahun 2008; Edisi 14|title_orig=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1ZtiYNliWta-01P7-0xddwi_3AyfXTDXk/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 14]}}Dalam [[Al-Qur’an]] disebutkan bahwa: Waja’alna minal Mai kulla sai’in hayyin (Kami jadikan segala sesuatu yang hidup dari air). Melalui kitab sucinya, Allah SWT memberikan petunjuk sangat jelas tentang kehidupan. Dijelaskan bahwa salah satu aspek yang mendasar bagi sumber kehidupan adalah air. Air ini begitu penting khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan sumber penghidupan dari pertanian, seperti masyarakat Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, Kuningan. Karenanya masyarakat Babakan Mulya memberi perhatian penting tentang Air. Salah satu bentuk perhatian itu adalah dengan menyelenggarakan upacara adat kawin cai. | ||
Bagi Masyarakat Babakan Mulya upacara adat, mungkin menjadi satu-satunya ekspresi akal budi yang tersisa sebagai pemersatu masyarakat, lingkungan dan alam semesta. Alam, hutan, air dan semesta seperti halnya manusia, merupakan manifestasi wujud tuhan di dunia ini. Tuhan sejatinya akan dilihat oleh orang yang melihat kebenaran-Nya. Dalam kitab “al Hikam” Ibnu Athoillah menulis “ man ‘arafal haq ‘arafahû fi kulli syai”(Barang siapa melihat Al Haq [Allah] maka ia akan melihat-Nya di segala sesuatu). Keindahan Taman Balong Dalem, keindahan gunung Ceremai, keindahan Hutan Pinus, Hijaunya ladang tomat dan sawah pertanian merupakan bentuk ‘tanda-tanda” bagi kebesaran Allah. Ibnul Arabi menyebutkan pula bahwa alam semesta adalah wujud imanensi [tajali] Allah di alam semesta ini. Manusia yang mau berfikir akan dapat melihat tanda-tanda ini. Inna fi Khalqi as Samâwâti wal ardh wakhtilâfil laîli wan Nahâri la’ayâti li ulil albâb (Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, perputaran siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang memiliki pengetahuan). | Bagi Masyarakat Babakan Mulya upacara adat, mungkin menjadi satu-satunya ekspresi akal budi yang tersisa sebagai pemersatu masyarakat, lingkungan dan alam semesta. Alam, hutan, air dan semesta seperti halnya manusia, merupakan manifestasi wujud tuhan di dunia ini. Tuhan sejatinya akan dilihat oleh orang yang melihat kebenaran-Nya. Dalam kitab “al Hikam” Ibnu Athoillah menulis “ man ‘arafal haq ‘arafahû fi kulli syai”(Barang siapa melihat Al Haq [Allah] maka ia akan melihat-Nya di segala sesuatu). Keindahan Taman Balong Dalem, keindahan gunung Ceremai, keindahan Hutan Pinus, Hijaunya ladang tomat dan sawah pertanian merupakan bentuk ‘tanda-tanda” bagi kebesaran Allah. Ibnul Arabi menyebutkan pula bahwa alam semesta adalah wujud imanensi [tajali] Allah di alam semesta ini. Manusia yang mau berfikir akan dapat melihat tanda-tanda ini. Inna fi Khalqi as Samâwâti wal ardh wakhtilâfil laîli wan Nahâri la’ayâti li ulil albâb (Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, perputaran siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang memiliki pengetahuan). | ||