Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 40 Benarkah Nabi menikahi Aisyah diusia belia??: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 29: | Baris 29: | ||
|[https://drive.google.com/file/d/1uQs-lUT9DFN0ZMJv7wvVSIx5cKMazsXY/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | |[https://drive.google.com/file/d/1uQs-lUT9DFN0ZMJv7wvVSIx5cKMazsXY/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
|} | |} | ||
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov40).jpg|italic title=Volume VII | {{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov40).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VII|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VII|notes=[https://drive.google.com/file/d/1uQs-lUT9DFN0ZMJv7wvVSIx5cKMazsXY/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 40]}} | ||
Sebagai Muslim, merupakan kewajiban untuk merujuk pada [[Al-Qur’an]]. Apakah Al-Qur’an mengijinkan atau justru melarang pernikahan gadis di bawah umur? Yang jelas, tidak ada satu ayat pun yang secara eksplisit mengizinkan pernikahan tersebut. Ada sebuah ayat yang dapat dijadikan inspirasi untuk menjawab persoalan di atas, meski substansi dasarnya adalah tuntunan bagi Muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Meski demikian, petunjuk Al-Qur’an mengenai perlakuan terhadap anak yatim itu dapat juga kita terapkan pada anak kandung kita sendiri. | Sebagai Muslim, merupakan kewajiban untuk merujuk pada [[Al-Qur’an]]. Apakah Al-Qur’an mengijinkan atau justru melarang pernikahan gadis di bawah umur? Yang jelas, tidak ada satu ayat pun yang secara eksplisit mengizinkan pernikahan tersebut. Ada sebuah ayat yang dapat dijadikan inspirasi untuk menjawab persoalan di atas, meski substansi dasarnya adalah tuntunan bagi Muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Meski demikian, petunjuk Al-Qur’an mengenai perlakuan terhadap anak yatim itu dapat juga kita terapkan pada anak kandung kita sendiri. | ||