Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 24 Isra dan Mi'raj; Malam Perjumpaan Dengan Sang Kekasih: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 29: | Baris 29: | ||
|[https://drive.google.com/file/d/1IE4l1pqbocr0Fv0vRXt-jfZfWTAFXjxB/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | |[https://drive.google.com/file/d/1IE4l1pqbocr0Fv0vRXt-jfZfWTAFXjxB/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
|} | |} | ||
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov24).jpg|italic title=Volume VII | {{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov24).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VII|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VII|notes=[https://drive.google.com/file/d/1IE4l1pqbocr0Fv0vRXt-jfZfWTAFXjxB/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 24]}} | ||
Dua puluh Tujuh Rajab, lima belas abad yang lampau, sebuah peristiwa agung dan spektatuler muncul dalam sejarah manusia. Tak pernah ada dalam sejarah manusia, lampau, kini dan nanti menyaksikan peristiwa ini. Ia adalah Isra' dan Mi'raj, sebuah perjalanan Nabi yang agung Muhammad Saw pada malam hari yang bening dari Makkah menuju ke Masjid yang terjauh ''(al Masjid al Aqsha)'' di Palestina dan diteruskan ke ''Sidrah al Muntaha'' (sebuah pohon Bidara di puncak di langit tertinggi. Menurut sumber-sumber Islam, Isra dan Mi'raj ini terjadi selama periode Nabi di Makkah yang terakhir, beberapa hari menjelang kepindahannya ''([[hijrah]])'' ke Madinah, tanah airnya yang kedua, tempat di mana kemudian beliau di istirahatkan untuk selama-lamanya. Sumber-sumber sejarah juga menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi sesudah Nabi kehilangan orang-orang yang dicintainya dan ketika kaum kafir Quraisy terus menggempurnya. Para ahli sejarah menyebutnya ''"Am al Huzn".'' Isra' dan Mi'raj merupakan peristiwa paling menarik dari perjalanan hidup seorang manusia pilihan, melebihi peristiwa yang lain. | Dua puluh Tujuh Rajab, lima belas abad yang lampau, sebuah peristiwa agung dan spektatuler muncul dalam sejarah manusia. Tak pernah ada dalam sejarah manusia, lampau, kini dan nanti menyaksikan peristiwa ini. Ia adalah Isra' dan Mi'raj, sebuah perjalanan Nabi yang agung Muhammad Saw pada malam hari yang bening dari Makkah menuju ke Masjid yang terjauh ''(al Masjid al Aqsha)'' di Palestina dan diteruskan ke ''Sidrah al Muntaha'' (sebuah pohon Bidara di puncak di langit tertinggi. Menurut sumber-sumber Islam, Isra dan Mi'raj ini terjadi selama periode Nabi di Makkah yang terakhir, beberapa hari menjelang kepindahannya ''([[hijrah]])'' ke Madinah, tanah airnya yang kedua, tempat di mana kemudian beliau di istirahatkan untuk selama-lamanya. Sumber-sumber sejarah juga menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi sesudah Nabi kehilangan orang-orang yang dicintainya dan ketika kaum kafir Quraisy terus menggempurnya. Para ahli sejarah menyebutnya ''"Am al Huzn".'' Isra' dan Mi'raj merupakan peristiwa paling menarik dari perjalanan hidup seorang manusia pilihan, melebihi peristiwa yang lain. | ||