Warkah Al-Basyar Volume IX Tahun 2010; Edisi 06 Buruh Migran Butuh Gerak Cepat Pemerintah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol9 (Cov6).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume IX|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume IX|notes=[Download Vol.9 Tahun 2010; Edisi 6]}} | |||
'''Informasi Buletin:''' | '''Informasi Buletin:''' | ||
{| | {| | ||
| Baris 32: | Baris 34: | ||
|: | |: | ||
|Download Warkah Al-Basyar | |Download Warkah Al-Basyar | ||
| | |}Berbagai kasus kekerasan Buruh Migran Indonesia (BMI) atau TKI merupakan cermin lemahnya perlindungan pemerintah terhadap warganya. Tanpa mengabaikan sejumlah kisah sukses, para buruh migran itu masih diliputi berbagai persoalan yang setiap saat bisa saja terjadi. Berbagai cerita memilukan pun pemerintah belum bergerak cepat memperbaiki keadaan para buruh migrant danTKI kita. | ||
Kita tentu akrab dengan pemberitaan di media yang mengangkat kisah pilu mereka. Ceriyati, misalnya, salah satu TKI yang memilih menyelesaikan masalahnya sendiri, dengan cara melarikan diri melalui sebuah jendela apartemen di Malaysia. Atau juga kisah Nirmala Bonat yang mengalami cacat seumur hidup, serta masih banyak yang lainya. | Kita tentu akrab dengan pemberitaan di media yang mengangkat kisah pilu mereka. Ceriyati, misalnya, salah satu TKI yang memilih menyelesaikan masalahnya sendiri, dengan cara melarikan diri melalui sebuah jendela apartemen di Malaysia. Atau juga kisah Nirmala Bonat yang mengalami cacat seumur hidup, serta masih banyak yang lainya. | ||