Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 23 Mensyukuri Perbedaan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 32: Baris 32:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1J3dtl_SDeJKpcRtNzoZ4BbXQ73puloSJ/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1J3dtl_SDeJKpcRtNzoZ4BbXQ73puloSJ/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}Saya melihat [[tradisi]] ''ikhtilaf'' (perbedaan) tidak hanya mengakar pada disiplin [[fiqh]], tetapi lebih dari itu ada pada din Islam sendiri. Islam memandang Islam secara utuh, dengan segala perbedaan yang ada pada dirinya. Bahkan perbedaan di antara mereka menjadi media perkenalan dan pertemuan. Anjuran. ta'aruf atau perkenalan dalam QS. Al-Hujarat ayat 13, tidak akan pernah ada tanpa adanya perbedaan di antara kita. Ketika kita membaca ayat: ''"Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari sepasang laki-laki dan perempuan, kemudian Kami jadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di hadapan Allah, adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian”''. Kita bisa saling mengenal, karena ada perbedaan di antara kita. Perbedaan jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, bahkan agama dan pemikiran.
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov23).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VII|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VII|notes=[https://drive.google.com/file/d/1J3dtl_SDeJKpcRtNzoZ4BbXQ73puloSJ/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 23]}}
 
Saya melihat [[tradisi]] ''ikhtilaf'' (perbedaan) tidak hanya mengakar pada disiplin [[fiqh]], tetapi lebih dari itu ada pada din Islam sendiri. Islam memandang Islam secara utuh, dengan segala perbedaan yang ada pada dirinya. Bahkan perbedaan di antara mereka menjadi media perkenalan dan pertemuan. Anjuran. ta'aruf atau perkenalan dalam QS. Al-Hujarat ayat 13, tidak akan pernah ada tanpa adanya perbedaan di antara kita. Ketika kita membaca ayat: ''"Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari sepasang laki-laki dan perempuan, kemudian Kami jadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di hadapan Allah, adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian”''. Kita bisa saling mengenal, karena ada perbedaan di antara kita. Perbedaan jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, bahkan agama dan pemikiran.


Lebih tegas lagi, suatu teks [[hadits]] menyebutkan bahwa ''lâ yazâlu nâs fi khairin mâ tabâyânu, wa in tasawu halakú''. Artinya jika berbeda-beda atau beragam maka manusia akan senantiasa dalam keadaan baik. Tetapi jika semua sama, mereka akan binasa. Pernyataan ini menegaskan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat merupakan potensi utama bagi pengembangan dan penguatan mereka. Yang pada akhirnya menuju pada ''kemaslahatan'' dan kesejahteraan.
Lebih tegas lagi, suatu teks [[hadits]] menyebutkan bahwa ''lâ yazâlu nâs fi khairin mâ tabâyânu, wa in tasawu halakú''. Artinya jika berbeda-beda atau beragam maka manusia akan senantiasa dalam keadaan baik. Tetapi jika semua sama, mereka akan binasa. Pernyataan ini menegaskan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat merupakan potensi utama bagi pengembangan dan penguatan mereka. Yang pada akhirnya menuju pada ''kemaslahatan'' dan kesejahteraan.